ALLAH YANG EKSKLUSIF NAMUN INKLUSIF

¹Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. ²Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. ³Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. . . .  ¹⁴Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
(Yohanes 1)

⁵Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, ⁶yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, ⁷melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. ⁸Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
(Filipi 2)

Salah satu hujatan yang dialamatkan kepada kekristenan adalah kafir – karena men-TUHAN-kan manusia. Dengan kata lain mengatakan, bahwa Yesus Kristus itu hanyalah manusia, DIA bukan TUHAN. Pandangan ini tidak hanya dilontarkan oleh mereka yang bukan Kristen; karena ada “kekristenan” tertentu tang meletakkan Yesus hanya sebagai manusia contoh yang layak, pantas dan harus diteladani – tetapi bukan TUHAN.

Yesus Kristus adalah manusia 100% dan Allah 100% memang bukanlah pemahaman yang mudah untuk dipahami; bukan hanya sulit, tetapi juga mustahil untuk dipahami bagi sebagian (besar) manusia yang hidup di luar anugerah-Nya.

Merujuk pada bacaan di atas, sangat jelas siapakah DIA; DIA adalah Allah, dan Allah adalah Allah – bukan manusia. Allah adalah pribadi & eksistensi yang sangat Eksklusif, Pencipta yang tidak bisa disamakan dengan ciptaan-Nya, yang harus disikapi dan diperlakukan sebagai Allah. Allah tidak bisa dan boleh digambarkan/ diserupakan dengan apapun, baik yang di bumi, di langit di atas bumi, di air di bawah bumi (Keluaran 20:4-5) yang justru “menciptakan” allah lain – karena Allah itu Roh adanya. Allah begitu Eksklusif, sangat eksklusif.

Namun disinilah letak kehebatan & kedahsyatan Allah yang kita kenal. Allah yang mengambil langkah inklusif, yang mengawalinya dengan langkah menyatakan/ memperkenalkan Diri-Nya bahwa IA ada/ eksis. Langkah inklusif yang paling eksklusif adalah Allah (Firman) itu menjadi manusia, diam di antara manusia, melayani manusia, dan dalam keadaan-Nya sebagai manusia mati bagi manusia, untuk menebus dosa manusia. Ini adalah langkah inklusif yang Allah lakukan, yang hanya dipahami oleh orang² percaya yang telah mengalami karya Roh Kudus.

Allah Eksklusif yang mengambil langkah Inklusif itulah Misi Allah bagi dunia yang dikasihi-Nya,  agar tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal (Yohanes 3:16). Hal ini seharusnya menjadi dasar filosofis & teologis terkait dengan misi-Nya yang dikerjakan oleh gereja² TUHAN sebagai tubuh Kristus. Gereja harus eksklusif (dalam hal² tertentu) – YES. Namun gereja juga harus inklusif dalam mengerjakan panggilan-Nya. Itu juga YES.

DOA: TUHAN Yesus kami bersyukur selama 1 minggu ini – bahkan 1 bulan ini Engkau berkenan mengingatkan kami bahwa hidup kami di hadapan-Mu harus seimbang dan harmonis. Kami tetap rindu mengenal-Mu dan mengalami-Mu lebih dalam, dan kami juga rindu untuk semakin taat melakukan perintah²-Mu. Dan kami juga rindu, ber-sama² anggota tubuh Kristus melakukan agenda & misi-Mu secara harmonis. Dalam nama Kristus, Sang Kepala & Sang Dirigen Agung kami berdoa. Amin. (JP)

Bacaan Alkitab
Matius 18