MENUJU GARIS AKHIR

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”
(2 Timotius 4:7)

Hal yang membuat seorang pelari terus untuk berlari adalah ia tahu bahwa suatu titik nanti dia akan mencapai garis akhir. Namun, apa jadinya jika garis akhir itu tidak pernah ada? Apa masih ada alasan bagi pelari tersebut untuk terus berlari?.

Ketika kita menjadi anak-anak Allah, kita memiliki garis akhir itu. Bahkan, hadiah yang kita miliki bukanlah hadiah fana namun sebuah hadiah yang sifatnya kekal. Jika kita hari ini adalah orang Kristen yang apatis, maka sebenarnya kita adalah seorang pelari yang tidak tahu apakah garis finish itu ada atau tidak.

Garis akhir inilah yang disebut dengan pengharapan bahwa segala jerih lelah kita tidak akan sia-sia. Kita diminta untuk tetap setia berlari dan mengakhiri pertandingan yang baik. Sebuah pertandingan yang sudah dimenangkan terlebih dahulu oleh Kristus.

Lalu apa alasan kita untuk menyerah ketika kita tahu bahwa hadiahnya kelak adalah kekal? -SFG

Bacaan Alkitab
Mazmur 40-42