MEMULIHKAN YANG TERLUKA DENGAN KASIH DAN PENGAMPUNAN

Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.
(Yohanes 21:7-9)

Dan pada saat itulah Yohanes mengenali Yesus dan berseru, “Itulah Tuhan!” Simon Petrus, murid yang selalu bertindak secara spontan, menyelipkan baju nelayannya ke ikat pinggangnya dan berenang ke pantai untuk melihat Yesus, meninggalkan teman murid-murid lainnya dengan pekerjaan berat untuk mengembalikan perahu ke darat dengan selamat. Ketika mereka kembali ke daratan, ayat 9 bahwa Yesus dan Petrus duduk bersama di sekitar api arang. Kisah ini mengingatkan kembali pada peristiwa terakhir kali Yesus dan Petrus bersama di dekat api arang adalah di halaman rumah Imam Besar Kayafas pada malam ketika Yesus diadili. Dalam Lukas 22, Alkitab mencatat bahwa Petrus duduk di dekat api di halaman sementara Yesus diinterogasi dan dia menyangkal Yesus, lalu ayam jantan berkokok dan dalam ayat 61, kata-kata yang menghukum: “Tuhan berpaling dan memandang lurus ke arah Petrus”. Tetapi di sini mereka lagi, duduk bersama di dekat api dan Yesus, sekali lagi, memandang lurus ke arah Petrus. Tetapi kali ini, tidak ada unsur penghakiman di mata-Nya. Dia duduk dan memandang Petrus dengan penuh belas kasihan dan pengampunan. Api arang di pantai mengingatkan Petrus pada saat ia menyangkal Yesus di dekat api arang juga. Namun, Yesus tidak menggunakan api itu untuk menghakimi, melainkan untuk melayani dan memulihkan. Kasih-Nya lebih besar dari kegagalan kita.

Kapan pun kita merasa lelah, gagal, atau jauh dari Tuhan, ingatlah bahwa Yesus berdiri di tepi pantai hidup kita, menawarkan “sarapan” (pemulihan, kekuatan, dan kasih). Datanglah pada-Nya, taati firman-Nya, dan izinkan kasih-Nya memulihkan semangat pelayanan kita. Amin. (as)

Bacaan Alkitab
Kisah Para Rasul 15-16