TUHAN MENGETAHUI KEADAAN KITA
“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.”
(Mazmur 139:1)
Salah satu hal yang paling berat adalah ketika kita merasa tidak ada seorang pun yang benar-benar memahami keadaan kita. Ada pergumulan yang sulit diceritakan, beban yang kita simpan sendiri, dan air mata yang jatuh tanpa diketahui orang lain. Kita bisa berada di tengah banyak orang, tetapi tetap merasa sendirian. Namun Daud berkata, “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.” Tuhan tidak hanya mengetahui kita secara umum. Ia mengenal kita secara pribadi. Ia tahu apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, apa yang kita takutkan, dan apa yang sedang kita hadapi. Bahkan sebelum kita berbicara, Tuhan sudah mengetahui apa yang ada di dalam hati kita. Karena itu, kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Ketika kita lemah, Tuhan tahu. Ketika kita kecewa, Tuhan tahu. Ketika kita takut dan bingung, Tuhan tahu. Justru karena Tuhan mengenal kita dengan sempurna, kita dapat datang kepada-Nya dengan jujur. Jangan menjauh ketika masalah datang. Jangan merasa harus menyelesaikan semuanya sendirian. Tuhan mengundang kita untuk membawa beban dan pergumulan kita kepada-Nya. Namun, mengetahui bahwa Tuhan mengenal kita juga berarti kita perlu mengingat bahwa hidup kita berada di bawah kedaulatan-Nya. Kita mungkin tidak selalu memahami mengapa Tuhan mengizinkan suatu keadaan terjadi, tetapi kita dapat percaya bahwa Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Dan penghiburan terbesar kita bukan hanya bahwa Tuhan mengetahui keadaan kita, tetapi bahwa Allah yang mengenal kita telah menyatakan kasih-Nya melalui Yesus Kristus. Kristus datang ke dunia, menjadi manusia, menderita, mati di kayu salib, dan bangkit untuk menebus kita. Jadi ketika kita datang kepada Tuhan dalam pergumulan, kita datang kepada Allah yang telah terlebih dahulu menunjukkan kasih-Nya kepada kita. Mungkin hari ini ada pergumulan yang tidak dapat kita ceritakan kepada siapa pun. Bawalah kepada Tuhan. Mungkin ada air mata yang tidak dilihat manusia. Percayalah, Tuhan melihatnya. Mungkin kita tidak memahami apa yang sedang terjadi. Tetaplah percaya. Kita mungkin tidak dipahami oleh manusia, tetapi kita tidak pernah tidak dikenal oleh Tuhan. Karena itu, hari ini mari berkata:“Tuhan, saya tidak mengerti semuanya, tetapi saya tahu Engkau mengenal saya. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi saya percaya hidup saya ada di dalam tangan-Mu.” Tuhan mengetahui keadaan kita. Ia mengenal kita dengan sempurna, mengasihi kita di dalam Kristus, dan tidak pernah kehilangan kendali atas hidup kita.
Refleksi: Apa pergumulan yang selama ini saya simpan sendiri dan belum sungguh- sungguh saya serahkan kepada Tuhan? Apakah saya sungguh percaya bahwa Tuhan mengenal dan memegang hidup saya, bahkan ketika tidak seorang pun memahami keadaan saya?
Doa: Bapa yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau mengenal kami dengan sempurna. Engkau mengetahui pikiran, pergumulan, kelemahan, dan air mata kami. Ajarlah kami untuk datang kepada-Mu dengan jujur dan menyerahkan seluruh hidup kami kepada- Mu. Ketika kami tidak memahami jalan-Mu, mampukan kami tetap percaya kepada kedaulatan dan pemeliharaan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (Wid)
Bacaan Alkitab
1 Tawarikh 1-2
