ALLAH SUMBER KELEGAAN

Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. 6. TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 7. TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. 8. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. 
(Mazmur 118:5-8)

Dalam banyak hal, kita pasti menaruh kepercayaan pada sesuatu atau seseorang. Pilot menaruh kepercayaannya pada pesawat, pembeli menaruh kepercayaannya kepada pembeli, untuk duduk pun kita percaya kursi yang akan kita duduki dapat menopang tubuh kita.

Firman Tuhan hari ini, mengajarkan kita tentang bagaimana seharusnya kita menaruh kepercayaan yang penuh kepada Tuhan. Pemazmur mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya yang penuh kesesakan. Namun, di tengah kondisi yang demikian pemazmur berseru kepada Tuhan memohon pertolongan-Nya. Bayangkan Yerusalem dikepung oleh musuh. Segala akses untuk keluar telah diblokir oleh musuh. Demikian juga akses pertolongan dan bantuan dari luar tidak bisa masuk ke Yerusalem. Itulah kesesakan yang dialami oleh umat Israel. Dalam situasi seperti ini, kepada siapa pengharapan dan pertolongan akan tiba? Hanya kepada Tuhan. Pemazmur berseru kepada Tuhan, dan Tuhan menjawabnya. Tuhan melepaskan umat Israel dari kepungan musuh. Dengan kekuatan dari Tuhan, umat Tuhan memaksa musuh membubarkan dari kepungannya.

Pemazmur tidak mau meletakkan pengharannya pada siapa pun meskipun orang itu memiliki kekuasaan dan kedudukan yang tinggi atau memiliki banyak harta. Mengapa? Sebab bagi pemazmur, sehebat apa pun manusia, ia tetap tidak dapat menyelamatkan dirinya. Hanya Tuhan satu-satunya yang mampu menolong dan menyelamatkan manusia dari segala pergumulan hidupnya.

Di tengah pergumulan hidup, mari kita belajar seperti pemazmur untuk menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan, Ia pasti akan memberikan pertolongan tepat pada waktunya dan memberi kelegaan kepada setiap kita yang percaya kepada-Nya. (as)

Bacaan Alkitab
Yesaya 8-10