MISI: GERAKAN BERSAMA, BUKAN HANYA PARA ‘ELIT’

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
(Efesus 4:11-15)

Pernahkah Anda menyaksikan sebuah paduan suara atau pertunjukkan orkestra musik? Apakah keindahan paduan suara dan orkestra musik itu hanya terletak pada keindahan satu suara atau kepiawaian salah satu pemain musiknya? Tentu saja tidak! Paduan suara dan pertunjukkan orkestra bisa berjalan, bahkan terlihat dan terdengar indah karena perpaduan atau harmonisasi dari semua suara dan setiap alat musik yang dimainkan. Baik paduan suara maupun pertunjukkan orkestra tidak akan terlihat dan terdengar indah hanya dari satu alat musik atau salah satu suara saja. Dalam paduan suara tidak ada yang menonjolkan suaranya, demikian juga dalam pertunjukkan orkestra. Semua bagian tidak hanya mengerjakan bagiannya, melainkan bekerjasama untuk menghasilkan paduan suara dan pertunjukkan orkestra yang indah. Menariknya, rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus juga menegaskan hal senada, berkaitan dengan kehidupan bergereja dan khususnya terkait dengan pelayanan misi. Menurut Paulus, palayanan atau pekerjaan misi adalah pekerjaan bersama (setiap orang Kristen), bukan hanya pekerjaan atau program segelintir orang atau kelompok ‘elit’ dalam gereja (Hamba Tuhan, Majelis, Pengurus Bidang atau Komisi). Allah memberikan jabatan dan kepercayaan kepada para Rasul, Nabi, Pengajar, maupun Gembala, untuk memperlengkapi jemaat (setiap orang percaya) agar semua unsur dan bagian di dalam tubuh Kristus tidak hanya mengerjakan pelayanan, tetapi bergerak dan bekerjasama mengerjakan misi Allah. Jadi, seharusnya tidak boleh ada orang percaya yang hanya berpangku tangan. Tuhan sudah memberikan kepada setiap orang percaya karunia masing-masing. Tuhan ingin, setiap karunia yang Tuhan berikan tersebut dipergunakan untuk pembangunan tubuh Kristus dan demi kerajaan Allah. Oleh sebab itu, jika saya dan Anda menyadari bahwa pelayanan misi adalah sebuah panggilan, maka saya dan Anda seharusnya memiliki kerinduan, komitmen, dan kerelaan untuk terlibat secara aktif dalam pelayanan misi, sesuai dengan kerunia yang Tuhan berikan.

Doa dan komitmen: Tuhan saya rindu melayani sesuai dengan talenta dan karunia yang Tuhan berikan. Pakailah hidupku untuk menjadi alat kemuliaan-Mu. (Mas Git)

Bacaan Alkitab
Yohanes 9-10