MENGHARGAI USAHA ORANG LAIN

Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.” Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.
(Yohanes 21:10-12)

Kemudian Yesus berkata kepada mereka, ‘Bawalah sebagian ikan yang baru saja kalian tangkap.’ Ini adalah tindakan belas kasih dan kebaikan hati Tuhan Yesus, sebab Yesus sudah memiliki ikan yang sedang dimasak di atas api. Mungkin para murid berpikir bahwa mereka tidak memiliki apa pun yang dibutuhkan Yesus, mereka tidak memiliki apa pun untuk dipersembahkan kepada Yesus, Dia tidak membutuhkan mereka. Tetapi Yesus ingin memakan ikan tangkapan para murid-Nya. Yesus menghargai apa yang telah mereka kerjakan yaitu menangkap ikan. Yesus menghargai apa yang mereka bawa kepada-Nya. Hal ini mengingatkan kita pada kisah lain dalam Injil Yohanes 6, yaitu tentang Yesus memberi makan lima ribu orang. Di sana, seorang anak kecil datang kepada Yesus dengan lima roti jelai dan dua ikan. Yesus memandang anak itu yang membawa hanya lima roti dan dua ikan, hal yang mustahil dalam jumlah kecil dapat mencukupi kebutuhan orang banyak? Dengan cara yang sama di sini, dengan menerima ikan para murid, Yesus mengatakan bahwa mereka memiliki nilai dan harga. Berapapun jumlah kecil yang dapat mereka berikan, itu sudah cukup bagi-Nya.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita, bahwa Tuhan menghargai, mengakui, dan memberkati jerih payah umat-Nya, terutama ketika dilakukan bersama-Nya. Setelah semalaman murid-murid bekerja keras tanpa hasil, Yesus hadir dan memberikan arahan. Ketika hasil didapat, Yesus tidak berkata “Buang ikan itu, Aku bisa buat yang baru,” melainkan “Bawalah ikan yang baru kamu tangkap itu”. Ini menunjukkan bahwa Tuhan menghargai usaha, jerih lelah, dan waktu yang telah kita investasikan dalam pekerjaan kita. Jerih payah kita akan menjadi bermakna dan membuahkan hasil (bahkan berlimpah, 153 ekor ikan) ketika kita mengandalkan kuasa Tuhan dan menaati firman-Nya. Amin. (as)

Bacaan Alkitab
Galatia 1-3