KEPEDULIAN KRISTUS VS APATISME MANUSIA

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,”
(Filipi 2:5-6)

Hal yang memicu apatisme manusia adalah perasaan bahwa ‘saya tidak perlu berbuat banyak karena tidak ada gunanya’. Akhirnya kita memilih untuk berdiam diri dan merasa kehidupan hanya tinggal dilewati begitu saja. Namun jika kita benar-benar anak Tuhan, kita bisa melihat bahwa Kristus tidak sekali-kali berpikir demikian. Malahan Dia memberikan teladan yang sempurna untuk para pengikutnya.

Teladan Kristus adalah kontradiksi dan jawaban dari apatisme. Bayangkan, dunia kita begitu jatuh dalam dosa, hingga tidak tertolong. Tuhan juga sudah beberapa kali menyatakan diri-Nya kepada manusia namun tetap ditolak. Dunia sudah tidak ada harapan untuk diselamatkan. Namun, Kristus rela datang dengan merendahkan diri-Nya menjadi sama dengan manusia. Dia rela mengerjakan karya Keselamatan-Nya yang begitu mulia meskipun dalam kehidupan-Nya seringkali Dia ditolak.

Kalau kita benar-benar murid Yesus, apakah sudah seharusnya kita meneladani pekerjaan-Nya? -SFG

Bacaan Alkitab
Mazmur 46-47