AYUB & IDENTITASNYA

¹Ada seorang laki² di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. ²Ia mendapat tujuh anak laki² dan tiga anak perempuan.  ³Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak² dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur. ⁴Anak²-nya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing² menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum ber-sama² mereka. ⁵Setiap kali, apabila hari² pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi², bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak²-ku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
(Ayub 1)

Selama 1 minggu kedepan kita akan menempatkan Ayub sebagai tokoh Alkitab yang akan menjadi pusat perhatian kita. Sumber utama kita tentu saja Alkitab yang telah mencatat tentang siapakah dirinya, bagaimana ia menyikapi segala perkara yang harus dihadapinya. Setidaknya ada hal² tertentu yang menegaskan tentang kepribadiannya, kedewasaannya, imannya dan lain sebagainya.

Saya ingin mengajak kita sekalian untuk melihat ayat 1 dari 2 sudut pandang. Pertama, sebagai informasi awal yang diberikan kepada kita tentang siapakah Ayub itu, yang kemudian akan menerima/ mengalami berbagai perkara – apakah ia tetap bertahan di dalam kualitas hidup & iman yang tetap menaruh percaya & senantiasa takut akan TUHAN. Kalau boleh digambarkan – Ayub seakan ditempatkan sebagai subyek dengan spesifikasi kualitas² tertentu yang harus diuji untuk mendapatkan peneguhan memang demikianlah Ayub itu. Perkara² tersebut semacam upaya PEMBUKTIAN.

Kedua, ayat 1 sekalipun ayat yang pertama muncul di Kitab Ayub namun sesungguhnya ayat ini sekaligus menjadi kesimpulan/ konklusi dari perjalanan hidup Ayub yang dijabarkan mulai pasal 1 sampai dengan pasal 42, sehingga setiap kita seakan sudah bisa menduga apa yang akan terjadi kepada Ayub, ia sama sekali tidak tergoyahkan dalam hal iman & hati yang takut akan TUHAN itu.

Kalau kita boleh membuat list tentang siapakah Ayub (1-3) maka setidaknya kita akan membuat daftar demikian:

  • Berasal dari Us
  • Saleh & Jujur
  • Takut akan TUHAN
  • Melakukan hal yang benar.
  • Keluarga besar dengan 10 anak.
  • Orang terkaya di wilayah Timur dengan rincian di ayat 3.
  • Berupaya untuk menguduskan anak²-nya.

Mari kita lihat apa yang terjadi dengan Ayub. (jp)

Bacaan Alkitab
Yesaya 11-12