MELIHAT DAN MEMAHAMI GEOGRAFI PELAYANAN MISI
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
(Kisah Para Rasul 1:8)
Ketika berbicara tentang pelayanan misi, kadang kita mendengar kalimat demikian: “untuk apa pergi mengerjakan pelayanan misi jauh-jauh, yang dekat saja belum dikerjakan secara maksimal?” Tentu saja pertanyaan tersebut tidak sepenuhnya salah, hanya saja apabila kita sudah belajar dan memahami Amanat Agung, maka seharusnya kita mampu melihat dan memahami bahwa jangkauan pelayanan misi itu begitu luas. Jauh melampaui jarak pandang mata jasmani manusia, bahkan jauh melampaui apa yang kita pikirkan.
Lukas menunjukkan geografis pelayanan misi itu mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi.
- Pertama, Yerusalem. Artinya merujuk suatu tempat atau wilayah dimana para murid saat itu berada. Mereka dipanggil dan diutus untuk menjadi saksi Kristus bagi keluarga, tetangga, teman atau sahabat, di lingkungan tempat bekerja, dll.
- Kedua, Yudea. Merupakan daerah yang lebih luas, tetapi Yerusalem masih ada di dalamnya. Menjangkau tempat yang masih kita kenal, tetapi tidak menutup kemungkinan ada desa atau kota yang sama sekali baru. Ada orang-orang yang masih kita kenal, tetapi mungin juga ada banyak orang-orang baru.
- Ketiga, Samaria. Merujuk suatu tempat atau daerah yang semakin jauh, melintasi batas budaya. Sebuah tempat yang jika mungkin kita hindari, karena budayanya, karena ada orang-orang yang tidak kita sukai, dll.
- Keempat, ke ujung bumi. Merujuk suatu tempat atau daerah yang melintasi batas Negara, politik, dan benua. Suatu tempat yang berbeda bahasa, budaya, latar belakang, berbeda suku, ras, dengan berbagai macam kepercayaan.
Don Everts menjelaskan bahwa frasa “ke ujung bumi”, merupakan frasa yang tidak asing bagi orang Ibrani. Allah sering menggunakannya untuk memperluas cara berpikir umat-Nya dalam Perjanjian Lama. Untuk mengarahkan mata mereka ke cakrawala, dan mengingatkan akan peranan global mereka sebagai umat Allah. Jadi, ketika Yesus menyampaikan Amanat Agung-Nya, IA sedang mengingatkan para murid (dan umat-Nya), akan mandat global yang telah Allah tetapkan dari awal mulanya. Saat Allah memanggil Abram, IA mengarahkan matanya ke cakrawala dan berkatra: “Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat (Kej. 12:3).” Dalam perjalanan misinya yang begitu jauh dan melelahkan, Paulus juga melihat rencana agung Allah dan mengutip tulisan Yesaya: “Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi (Kis. 13:47).”
Doa dan Komitmen: Tuhan arahkan mata saya untuk melihat ke cakrawala, agar dapat melihat jelas Amanat Agung-Mu, dan mulai belajar mengasihi orang-orang terdekat, seperti Engkau mengasihi dunia ini. (Mas Git)
Bacaan Alkitab
Lukas 10
