PENGUJIAN DAN PEMBUKTIAN

⁸Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” ⁹Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?  ¹⁰Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kau berkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. ¹¹Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”  ¹²Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.
(Ayub 1)

Sebelum kita menelisik lebih jauh pergumulan² seperti apa yang dialami oleh Ayub & istrinya, saya ingin mengajak untuk melihat pasal 2:1-6. Mari kita baca:  

Ayub 2:  – ¹Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN. ²Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” ³Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” ⁴Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. ⁵Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” ⁶Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.”

Apa yang kita temukan? Dialog yang (hampir) sama antara Allah dengan iblis seperti yang dicatat di pasal 1; sehingga kita bisa berasumsi bahwa ini merupakan satu peristiwa yang sama hanya dipisahkan topik kesengsaraan yang berbeda antara pasal 1 dan pasal 2. Pasal 1 mencatat pergumulan² yang terkait dengan kehilangan² yang dialami oleh Ayub; kehilangan segala yang dipunyainya (ayat 11) baik itu hewan ternaknya, orang²-nya bahkan anak²-nya. Sementara pasal 2 mencatat pergumulan² Ayub yang terkait dengan dirinya sendiri – kesehatan dan penderitaan secara fisik (ayat 5). Sehingga melalui asumsi pertama ini memang ada 2 agenda yang sedang dipersiapkan iblis untuk menjatuhkan iman dan membuat Ayub mengutuki Allah.

Sisi lain, kita bisa berasumsi yang kedua – yakni pasal 1 dan pasal 2 adalah peristiwa perbincangan yang berbeda antara Allah & iblis, yang seakan agenda pertama (pasal 1) gagal untuk menjatuhkan iman Ayub dan iblis meminta kesempatan kedua (pasal 2) dengan agenda kedua.

Asumsi satu maupun asumsi dua sebenarnya bertujuan sama karena agenda utama iblis adalah membuktikan kepada Allah bahwa Ayub bakal/ akan mengutuki-Nya kalau menghadapi berbagai kesengsaraan  – bahkan ber-tubi². Sebenarnya, pergumulan Ayub belum selesai hanya dengan 2 agenda tersebut (milik kepunyaannya dan penderitaan fisiknya); pergumulan ini dilengkapkan tatkala Ayub harus menghadapi istri & sahabat²-nya dalam merespon Ayub; yang seharusnya menjadi penguatan tetapi malah menjadi pelemah dengan segala tuduhan². (jp)

Bacaan Alkitab
Yesaya 13-15