EKSPLORATIF → KONTRIBUTIF

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
(Yeremia 29:7)

Perintah ini berasal dari Allah kepada bangsa Israel yang dituliskan dan dikirim oleh Yeremia. Surat ini dikirimkan saat bangsa Israel sedang ditawan dalam pembuangan Babilonia oleh raja Nebukanezar. Nabi Yeremia memberikan surat kepada mereka, bahwa  pembuangan mereka itu bukan waktu yang singkat melainkan cukup lama sampai 70 tahun, bahkan Allah ingin membentuk mereka menjadi bangsa yang bekerja keras. Tuhan tidak ingin bangsa itu berpangku tangan atau tinggal diam menerima nasibnya begitu saja dan hanya meratapi situasi yang ada. Mereka harus memulai kehidupan yang baru dalam situasi yang baru walaupun tidak nyaman. Eksploratif di sini dapat diartikan sebagai dorongan untuk mencari, menemukan, dan menerapkan cara-cara kreatif serta inovatif untuk membawa dampak positif di lingkungan sekitar, hal ini bukan berarti hanya menunggu kepulangan atau perubahan situasi. Umat Israel juga memiliki rasa tanggung jawab di tempat pembuangan. Umat Israel saat itu berada di Babel, tempat pengasingan, bukan tempat pilihan mereka. Perintah Tuhan melalui Yeremia menantang mereka untuk tidak mengisolasi diri atau hanya fokus pada penderitaan. Sebaliknya, mereka diminta untuk mengusahakan yaitu mencari dan bekerja keras untuk kesejahteraan kota tersebut. Ini adalah sikap eksploratif dalam menemukan tujuan ilahi di lokasi yang tidak terduga. Perintah ini juga mengajarkan bahwa kesejahteraan pribadi terkait erat dengan kesejahteraan komunitas yang lebih luas, “sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu”. Ini mendorong orang Kristen untuk secara aktif mengeksplorasi kebutuhan masyarakat, berkolaborasi dengan berbagai kalangan lintas etnis, suku, agama, dll., dan berkontribusi pada solusi yang ada, bukan hanya memikirkan diri sendiri.

Bagi orang Kristen masa kini, ayat ini berlaku di mana pun kita tinggal dan bekerja, baik di perusahaan, bangsa, atau negara. Kita dipanggil untuk menjadi warga negara yang aktif dan produktif, menggunakan talenta dan sumber daya untuk kebaikan bersama, bukan sebagai orang asing yang pasif. Kesejahteraan kota adalah kesejahteraan kita. Mendoakan dan mengusahakan kebaikan bersama adalah cara umat Tuhan untuk ikut serta dalam rencana-Nya. Eksploratif dan kontributif  adalah bukan untuk mencari keuntungan pribadi, tetapi untuk memuliakan Tuhan di tengah dunia dimana Tuhan tempatkan. Amin. (as)

Bacaan Alkitab
Yehezkiel 28-29