BERPEGANG TEGUH PADA FIRMAN TUHAN

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
(Matius 4:4)

Ayat-ayat ini menceritakan tentang pencobaan Yesus di padang gurun setelah Ia dibaptis. Setelah berpuasa selama 40 hari 40 malam, Iblis datang untuk mencobai Yesus, namun, Yesus menolak setiap godaan dengan mengutip Firman Tuhan, menunjukkan bahwa ketaatan dan iman kepada Allah lebih penting daripada memenuhi keinginan sesaat atau mencari kekuasaan dengan cara yang salah. Dalam bagian ini kita belajar bagaimana Yesus menolak setiap godaan dengan mengutip Kitab Suci. Berpegang teguh pada Firman Tuhan berarti menjadikan Firman Tuhan (Alkitab) sebagai pedoman hidup, sumber kebenaran, dan dasar dalam mengambil keputusan. Firman Tuhan adalah penuntun di tengah kegelapan, perisai saat pencobaan, dan makanan rohani yang memberi kekuatan dan hikmat. Ketika seseorang berpegang teguh pada Firman Tuhan: (1) Ia tidak mudah tergoda oleh dunia. (2) Ia memiliki standar moral yang benar. (3) Ia mengalami pertumbuhan iman yang kokoh. Yesus sendiri memberi teladan dalam Matius 4:1-11, di mana Ia menolak godaan Iblis dengan mengutip ayat-ayat Kitab Suci, bukan dengan kekuatan-Nya sendiri.

Berpegang teguh pada Firman Tuhan berarti menjadikan Firman Allah sebagai landasan utama dan kekuatan dalam hidup, terutama saat menghadapi tantangan, godaan, dan keputusan penting. Ini mencakup sikap untuk selalu mengutamakan, mempercayai, dan melaksanakan apa yang tertulis dalam Alkitab dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Firman Tuhan adalah pedoman yang tidak berubah dan sempurna, yang mengarahkan kita ke jalan yang benar dan memberi kekuatan rohani untuk tetap setia. Berpegang teguh pada Firman berarti tidak goyah oleh godaan dunia, tekanan lingkungan, atau kesulitan hidup, karena Firman Allah memberikan arahan dan keteguhan hati. Berpegang pada Firman Tuhan juga berarti kita tidak hanya mendengarkan atau membaca, tetapi melaksanakan Firman tersebut dalam hidup sehari-hari (Yakobus 1:22). Dengan demikian, kita dapat menghadapi godaan dan godaan dunia dengan hati yang kuat dan pikiran yang benar. Marilah kita hidup yang berkenan kepada Allah dimulai dari berpegang teguh pada Firman-Nya, menjaga hati dari pengaruh dunia, dan mengutamakan kehendak-Nya di atas segalanya. Dengan cara ini, kita akan tetap setia di tengah godaan dan hidup dalam kebenaran yang kekal. -Edo

Bacaan Alkitab
Mazmur 51