KARENA DIKASIHI, KITA BELAJAR MENGHORMATI TUHAN

“Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.”
(Amsal 9:10)

Ketika kita menyadari bahwa seseorang sungguh-sungguh mengasihi kita, kasih itu biasanya melahirkan respons. Kita ingin menghargai orang tersebut dan menjaga hubungan yang telah dibangun. Demikian juga dengan Tuhan. Semakin kita menyadari kasih Tuhan, seharusnya semakin kita rindu menghormati-Nya. Amsal 9:10 berkata, “Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN.” Takut akan Tuhan bukan berarti hidup dalam ketakutan karena menunggu hukuman. Takut akan Tuhan berarti menghormati, mengagumi, tunduk, dan menyadari bahwa Dia adalah Allah yang kudus, sedangkan kita adalah ciptaan-Nya. Sering kali kita senang berbicara tentang kasih karunia. Kita bersyukur karena Tuhan mengampuni, menerima, dan memelihara kita. Tetapi kasih karunia bukanlah alasan untuk hidup sembarangan. Justru karena kita telah menerima kasih karunia, kita dipanggil untuk hidup menyenangkan hati Tuhan. Paulus berkata dalam Roma 12:1, “Demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup.” Perhatikan: “demi kemurahan Allah.” Kita tidak menaati Tuhan supaya Ia mengasihi kita. Kita menaati Tuhan karena terlebih dahulu kita telah dikasihi dan diselamatkan oleh-Nya. Kasih itu telah dinyatakan dengan sempurna melalui Yesus Kristus. Kristus datang ke dunia, mati di kayu salib untuk menanggung dosa kita, dan bangkit untuk memberikan keselamatan. Karena itu, kita tidak hidup untuk membayar keselamatan kita tidak akan pernah mampu melakukannya. Kita hidup dalam ketaatan sebagai ucapan syukur atas anugerah yang telah kita terima di dalam Kristus. Lalu bagaimana kita menghormati Tuhan? Bukan hanya ketika berada di gereja. Kita menghormati Tuhan melalui perkataan yang kita ucapkan, cara kita memperlakukan keluarga, kejujuran dalam pekerjaan, cara menggunakan waktu dan uang, serta keputusan yang kita ambil ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Sebab penghormatan kepada Tuhan paling nyata bukan ketika banyak orang melihat kita, tetapi ketika tidak ada yang melihat dan kita tetap memilih melakukan yang benar karena kita tahu Tuhan melihat kita. Kita mungkin masih gagal dan jatuh. Tetapi ketika jatuh, jangan menjauh dari Tuhan. Datanglah kepada-Nya, akui dosa, bertobat, dan kembali kepada-Nya. Kasih karunia bukan izin untuk terus hidup dalam dosa, melainkan anugerah yang membawa kita kepada pertobatan dan ketaatan. Maka hari ini mari kita bertanya: Apakah kehidupan saya menunjukkan bahwa saya menghormati Tuhan? Bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga di rumah, di tempat kerja, dalam pelayanan, dalam pergaulan, dan dalam keputusan-keputusan kecil yang tidak diketahui orang lain. Kiranya hati kita berkata: “Tuhan, terima kasih karena Engkau telah lebih dahulu mengasihi saya. Karena saya dikasihi, saya mau mengasihi. Karena saya diampuni, saya mau mengampuni. Karena saya diselamatkan, saya mau hidup dalam ketaatan. Dan karena Engkau begitu berharga bagi saya, saya mau menghormati-Mu dalam seluruh hidup saya.”

Doa: Bapa yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau telah lebih dahulu mengasihi kami melalui Yesus Kristus. Ampuni kami ketika kami menerima kasih karunia-Mu tetapi masih hidup sembarangan. Ajarlah kami memiliki takut akan Tuhan, yaitu hati yang menghormati, mengasihi, dan menaati-Mu. Amin. (Wid)

Bacaan Alkitab
Mazmur 73, 77-78