MENCARI KESEJAHTERAAN
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
(Yeremia 29:7)
Usahakanlah adalah perintah Allah kepada umat-Nya yang berada dalam pembuangan untuk aktif mengusahakan kesejahteraan kota tempat mereka tinggal bukan hanya menunggu, karena kesejahteraan kota adalah kesejahteraan mereka juga. kata “usahakanlah” berasal dari kata Ibrani “דרשו” (darash) yang berarti mencari, menyelidiki, mendalami dengan sungguh-sungguh. Sedangkan untuk “kesejahteraan” di sini adalah shalom (שָׁלֹום), yang mencakup kedamaian, kemakmuran, keamanan, ketenangan, dan kebaikan secara menyeluruh, bukan hanya ketiadaan konflik atau perang.
Orang Kristen memiliki dua kewarganegaraan, yaitu kewarganegaraan surgawi serta kewarganegaraan di negara tempat kita dilahirkan atau negara tempat kita tinggal. Adanya dua kewarganegaraan itu berarti bahwa kita bukan hanya harus bertanggung jawab kepada Allah, tetapi kita juga harus bertanggung jawab kepada negara tempat kita dilahirkan atau tempat kita tinggal. Ada orang yang menolak untuk bertanggung jawab kepada negara dengan alasan bahwa negara dianggap kurang mengayomi rakyatnya atau dengan alasan bahwa banyak pejabat yang melakukan korupsi. Apakah alasan semacam itu dapat diterima? Tidak! Dalam bacaan Alkitab hari ini, umat Yehuda yang menerima surat dari Nabi Yeremia sedang berada di Babel, tempat mereka dibuang. Bangsa Babel adalah bangsa yang amat jahat dan mereka adalah musuh umat Yehuda. Sekalipun demikian, Nabi Yeremia menyampaikan firman TUHAN bahwa umat Yehuda harus hidup secara wajar, yaitu mendirikan rumah dan menempatinya serta membangun rumah tangga, bahkan mereka harus mengusahakan kesejahteraan kota tempat mereka tinggal (29:4-7).
Keadaan sebagai bangsa tawanan tidak membuat mereka boleh bersikap pasif atau tidak peduli terhadap negara, tetapi mereka harus hidup secara wajar, bahkan bersikap positif dan berpartisipasi secara aktif untuk ikut membangun negeri tempat mereka berada saat itu. Dengan perkataan lain, umat Yehuda wajib melakukan yang terbaik dalam situasi yang buruk. Ayat ini juga mengajarkan kepada kita supaya umat Tuhan berperan aktif untuk mensejahterakan kota dimana kita tinggal melalui cara hidup kita yang meneladani Kristus, sehingga orang lain diberkati dan nama Tuhan dimuliakan. (as)
Bacaan Alkitab
Yehezkiel 30-31
