BERPERAN DALAM MISI: BERDOA, PELAYANAN SOSIAL, BERSAKSI

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa… Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
(Kisah Para Rasul 2:42-45)

Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.
(Kisah Para Rasul 12:5)

Peran dan keterlibatan seperti apa yang bisa kita kerjakan dalam pelayanan misi? Agar kita bisa memahami dan selanjutnya mengambil komitmen terlibat dalam misi, maka hari ini kita akan melihat dan belajar dari strategi dan keterlibatan jemaat mula-mula dalam pelayanan misi. Apabila kita membaca dan mempelajari sejarah perkembangan jemaat mula-mula, kita bisa menemukan beberapa strategi dan keterlibatan jemaat dalam misi, diantaranya:

  1. Menjadi Pendoa Syafaat. Dalam Kisah Para Rasul menyebutkan orang-orang yang telah percaya dan dibaptis, mereka bertekun dalam doa. Ketika Petrus dan Yohanes ditangkap (karena memberitakan nama Yesus) dan mulai diintimidasi, jemaat tidak tinggal diam atau bersembunyi, tetapi mereka berkumpul dan berdoa (Kis. 4:31). Kemudian pada waktu Petrus ditahan dalam penjara, jemaat dengan tekun mendoakan (Kis. 12:5).
  2. Pelayanan Sosial. Pelayanan sosial atau pelayanan kasih merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dalam misi. Sebab, pelayanan kasih seharusnya kita lihat sebagai salah satu wujud nyata berita Injil. Yesus dalam pelayanannya sangat serius memerhatikan pergumulan dan permasalahan sosial disekitarnya. IA memerhatikan dan melakukan pelayanan kasih kepada orang-orang miskin, mereka yang terlantar, kelaparan, orang-orang yang sakit, dll. Jemaat mula-mula saling berbagi dan memerhatikan mereka yang membutuhkan. Mereka memerhatikan kehidupan janda-janda yang berkekurangan (Kis. 6:1-5).
  3. Bersaksi: Memberitakan Injil. Pasca peristiwa Pentakosta, terjadi kegerakan misi yang luar biasa, dengan penuh keberanian rasul-rasul memberitakan nama Yesus. Bukan hanya para rasul, dalam Kisah Para Rasul 4:31 menyebutkan dengan penuh keberanian jemaat memberitakan firman Tuhan. Bahkan, ketika mulai terjadi penganiayaan besar-besaran, tidak membuat jemaat takut dan menutup mulutnya terhadap berita Injil. Jemaat yang tersebar keberbagai daerah justru memberitakan Injil dengan berani (Kis. 8:3-4). Buahnya, jumlah jemaat atau orang yang menjadi percaya semakin banyak, hingga saat ini.

Para rasul telah mengerjakan tugas panggilannya, jemaat mula-mula dengan penuh keberanian memberitakan nama Yesus ditengah penganiayaan. Pertanyaannya: peran apa yang saya, Anda, dan gereja sudah dan akan kerjakan?

Doa dan Komitmen: Tuhan, jika tidak bisa pergi, jadikan aku pendoa; jika aku punya berkat, ajar aku berbagi; dan pakai mulut dan hidupku untuk bersaksi. (Mas Git) 

Bacaan Alkitab
Lukas 14-15