MENGHADIRKAN SHALOM DENGAN MEMBANGUN, BUKAN MERUNTUHKAN

“Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.”
(Roma 14:19)

Di zaman sekarang, kita sering melihat betapa mudahnya seseorang menjatuhkan orang lain. Melalui media sosial, komentar yang kasar, kritik yang tidak membangun, atau gosip yang disebarkan tanpa berpikir panjang dapat merusak nama baik seseorang hanya dalam hitungan menit. Tidak sedikit hubungan persahabatan, keluarga, bahkan persekutuan di gereja menjadi renggang karena orang lebih suka mencari kesalahan daripada saling menguatkan. Membangun membutuhkan waktu, tetapi meruntuhkan sering kali hanya membutuhkan beberapa kata.

Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Roma yang sedang menghadapi berbagai perbedaan pendapat. Namun, ia tidak meminta mereka saling mempertahankan ego. Sebaliknya, Paulus berkata, “Marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.” Kata “mengejar” menunjukkan bahwa shalom bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Shalom harus diusahakan dengan kesungguhan, kerendahan hati, dan kasih.

Shalom bukan berarti semua orang selalu sepakat. Ada kalanya kita memiliki pandangan yang berbeda. Namun, sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menyampaikan kebenaran dengan kasih, bukan dengan kemarahan. Kita belajar memilih kata-kata yang menguatkan, memberikan nasihat dengan lemah lembut, dan mengutamakan pemulihan daripada kemenangan dalam perdebatan. Seperti yang pernah dikatakan Rick Warren, “Setiap orang yang kita jumpai sedang menghadapi pergumulannya sendiri. Karena itu, pilihlah untuk membangun, bukan menjatuhkan.” Sikap seperti inilah yang mencerminkan kasih Kristus.

Hari ini mari bertanya kepada diri sendiri: apakah kehadiranku membuat iman orang lain bertumbuh, atau justru membuat mereka terluka? Kiranya Tuhan memakai hidup kita menjadi alat yang membangun, sehingga melalui perkataan, sikap, dan tindakan kita, orang lain dapat merasakan shalom Kristus yang memulihkan.

Doa:Tuhan, pakailah hidupku untuk membangun sesama. Jauhkan aku dari perkataan dan tindakan yang melukai, serta ajarku menjadi pembawa shalom yang menguatkan setiap orang yang Engkau pertemukan denganku. Amin.(Cgm)

Bacaan Alkitab
Yosua 16-18