ENGKAU BERHARGA DI MATA TUHAN

“Sungguhpun demikian tidak seekor pun daripadanya yang dilupakan Allah.”
(Lukas 12:6-7)

Hari ini kita menutup rangkaian renungan kita dengan kembali kepada satu gambaran sederhana yang dipakai Tuhan Yesus: burung pipit. Burung pipit kecil dan sederhana. Nilainya pun murah. Namun Yesus berkata bahwa tidak seekor pun dari burung itu dilupakan oleh Allah. Bahkan Yesus berkata, “Kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” Sering kali kita menilai diri berdasarkan apa yang kita miliki, pencapaian, jabatan, pujian, atau pengakuan orang lain. Ketika berhasil, kita merasa berharga. Tetapi ketika gagal, ditolak, atau tidak dihargai, kita mudah merasa tidak berarti. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa nilai kita tidak ditentukan oleh penilaian manusia. Kita memang bukan manusia yang sempurna. Kita memiliki kelemahan, kegagalan, dan dosa. Namun justru di tengah keberdosaan itulah kasih karunia Allah dinyatakan. Mungkin hari ini kita merasa kecil, tidak diperhitungkan, atau kalah dibandingkan orang lain. Tetapi ingatlah: kita mungkin tidak selalu diperhatikan manusia, tetapi kita tidak pernah luput dari perhatian Tuhan. Inilah makna dari tema kita: “YOU ARE A BONUS SPARROW.” Mungkin kita merasa seperti sesuatu yang kecil dan tidak penting. Tetapi bagi Tuhan, kita tidak pernah sekadar “tambahan”. Tuhan mengenal kita, memperhatikan kita, dan memelihara kita. Namun lebih dari itu, bukti terbesar kasih Allah bukanlah bahwa hidup kita selalu mudah atau semua doa kita dijawab sesuai keinginan kita. Bukti terbesar kasih Allah adalah Kristus. Kita adalah orang berdosa yang tidak mampu menyelamatkan diri sendiri. Tetapi Allah mengutus Yesus Kristus. Ia datang ke dunia, hidup dengan sempurna, mati di kayu salib menanggung hukuman dosa kita, dan bangkit dari kematian. Karena itu, ketika suatu hari kita merasa tidak berharga, jangan hanya melihat kepada keadaan kita. Pandanglah kepada Kristus. Salib mengingatkan kita bahwa kasih Allah bukan sekadar perkataan. Kristus telah memberikan diri-Nya bagi kita. Maka kita tidak perlu hidup untuk membuktikan bahwa kita berharga. Kita hidup sebagai orang yang telah menerima kasih karunia. Karena dikasihi, kita belajar mengasihi. Karena dipelihara, kita belajar percaya. Karena diselamatkan oleh Kristus, kita belajar hidup bagi Tuhan. Ketika rangkaian renungan ini berakhir, bawalah tiga kebenaran sederhana ini: Aku dikenal oleh Tuhan. Aku dikasihi oleh Tuhan. Aku tidak dilupakan oleh Tuhan. Dan semuanya itu kita lihat dengan sempurna di dalam Yesus Kristus. Mungkin di mata dunia kita hanyalah “bonus sparrow”, tetapi di dalam pemeliharaan Allah, kita tidak pernah dilupakan.

Doa: Bapa yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau mengenal, mengasihi, dan tidak pernah melupakan kami. Ketika kami merasa kecil, gagal, atau tidak berarti, ingatkan kami bahwa hidup kami ada dalam pemeliharaan-Mu. Ajarlah kami hidup dalam iman, syukur, kerendahan hati, dan ketaatan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. (Wid)

Bacaan Alkitab
1 Tawarikh 6