MENJAGA HATI AGAR TIDAK TERIKAT PADA DUNIA
“Tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”
(1 Yohanes 2:17).
Apakah kita pernah merasa mengalami kenikmatan atau godaan? Hidup dalam dunia yang penuh godaan bukanlah perkara mudah. Kenikmatan dunia entah itu seksualitas, harta, status, atau pengakuan seringkali tampak begitu menggoda dan sulit dihindari. Bahkan mereka yang telah ditebus pun tidak luput dari tarikan kuat godaan-godaan ini. Namun, apakah berarti kita dibiarkan berjalan sendirian dalam pergumulan itu? Tidak. Injil justru hadir sebagai kekuatan dan kabar baik yang memampukan kita terus bertumbuh dalam proses pengudusan, hidup dalam kemenangan, dan memperlihatkan perbedaan kita sebagai orang yang ada “di dalam Kristus.” Orang yang menang atas godaan dunia adalah mereka yang hidup sesuai kehendak Allah. Ini berarti menolak kenikmatan sesaat demi tujuan kekal bersama Tuhan.
Mengutamakan kehendak Allah di atas segalanya berarti menempatkan rencana, perintah, dan tujuan Allah sebagai prioritas utama dalam hidup, bahkan lebih tinggi dari keinginan pribadi, ambisi duniawi, atau kenyamanan diri. Ini mencerminkan hati yang taat dan percaya bahwa jalan Tuhan adalah yang terbaik. Mengutamakan kehendak Allah juga berarti siap berkorban, menunda kepuasan pribadi, dan mengambil keputusan berdasarkan apa yang menyenangkan hati-Nya, bukan hanya apa yang menguntungkan secara duniawi. Mengutamakan kehendak Allah di atas segalanya berarti menjadikan kehendak dan rencana Allah sebagai prioritas utama dalam hidup di atas keinginan pribadi, ambisi, kesenangan, maupun tekanan dari dunia sekitar. Artinya, kita tidak hidup untuk menyenangkan diri sendiri atau orang lain, tetapi hidup untuk menyenangkan Tuhan, melakukan apa yang benar menurut-Nya, dan tunduk pada pimpinan-Nya dalam setiap keputusan dan tindakan. Mengutamakan kehendak Allah juga berarti siap berkorban, menaati Firman-Nya, dan tetap setia, bahkan ketika hal itu tidak mudah atau tidak populer.
Marilah kita hidup yang berkenan kepada Allah dimulai dari berpegang teguh pada Firman-Nya, menjaga hati dari pengaruh dunia, dan mengutamakan kehendak-Nya di atas segalanya. Dengan cara ini, kita akan tetap setia di tengah godaan dan hidup dalam kebenaran yang kekal. -Edo
Bacaan Alkitab
Mazmur 54-56
