BERTAHAN DALAM TEKANAN
Para penguasa tidak tahu ke mana aku telah pergi dan apa yang telah kulakukan, karena sampai kini aku belum memberitahukan apa-apa kepada orang Yahudi, baik kepada para imam, maupun kepada para pemuka, kepada para penguasa dan para petugas lainnya. Berkatalah aku kepada mereka: “Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela.” Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu. Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: “Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?” Aku menjawab mereka, kataku: “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!”
(Nehemia 2:16-20)
Memegang sebuah tanggung jawab dan melaksanakan itu tidak mudah. Sebuah tanggung jawab yang diembankan harus dilakukan dengan maksimal maka akan menghasilkan hasil yang baik.
Tatkala Nehemia dipercayakan untuk memperbaiki tembok Yerusalem itu menjadi sebuah tugas yang dia kerjakan dengan bersungguh-sungguh dan fokus kepada Sang pemberi tanggung jawab.
Dari ayat yang kita baca di atas disebut Nehemia ketika menyampaikan hal ini kepada orang Yahudi, para imam, para pemuka, para penguasa dan para petugas lainnya, ia menyampaikan bukan dengan sebuah kesombongan atau perintah tapi terlebih dahulu ia menceritakan tentang betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi dirinya dan juga apa yang dikatakan raja kepadanya, sebuah perkataan yang membangun dan memotivasi mereka yang mendengarkan, sehingga mereka memahami ini adalah tugas dari Allah yang dipercayakan buat mereka, sebuah semangat yang mendorong mereka untuk bersama melakukan pembangunan kembali tembok Yerusalem yang telah diruntuhkan, sehingga ketika Nehemia menyampaikan apa yang menjadi tanggung jawab yang harus dikerjakan bersama dengan kompak mereka menjawab; Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.
Hal ini berdampak besar untuk hasil kinerja mereka, melihat ini merupakan tujuan Allah yang harus dikerjakan bersama, visi yang sama membuat kemurahan menjadi sama iramanya dan saling mendukung satu dengan lainnya , sehingga tatkala ada halangan mereka tetap maju dan tidak terganggu.
Bagaimana dengan kita, sudahkan kita menangkap visi gereja kita? Ataukah kita masih memilih jadi penonton , jadi juri, jadi hakim? Tangkap visi yang Tuhan taruh dalam gereja kita dan mari bergandengan tangan membangun tubuh Kristus bersama beriring-iringan memuliakan nama-Nya .
Tuhan memberkati kita senantiasa.
DOA: Tuhan yang baik dan Mahakuasa , tolonglah kami didalam menangkap visi gereja kami melalui kepemimpinan orang-orang yang Engkau letakkan Visi-Mu kepada gereja-My , terpujilah nama-Mu Tuhan. Amin. (HP)
Bacaan Alkitab
Mazmur 143-144
