KASIH YANG MENGGERAKKAN (2):
PERWUJUDAN
Saudara-saudara yang terkasih, jikalau Allah demikian mengasihi kita, kita juga harus saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
(1 Yohanes 4)
Dalam perjalanan hidup kita menjadi orang Kristen, rasanya lebih mudah bagi kita untuk mengekspresikan kasih kita kepada Tuhan daripada kepada sesama. Lebih mudah bagi kita untuk bernyanyi, “Aku mengasihi Engkau, Yesus dengan segenap hatiku.” Namun, bagaimana dengan kalimat selanjutnya, “Kurenungkan firman-Mu siang dan malam, kupegang perintah-Mu dan kulakukan.”? Sering kali ini menjadi bagian yang sulit karena ketika kita melakukan firman Tuhan, kita harus berurusan dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jika orang-orang itu adalah orang yang baik dengan kita, rasanya tidak masalah; tetapi ketika kita harus berurusan dengan orang-orang yang kita tidak sukai, orang-orang yang kita anggap merugikan kita, yang sering berseberangan pendapat dengan kita, rasanya sulit untuk mengasihi mereka.
Melanjutkan perenungan GEMBALA yang kemarin, dalam nats hari ini Yohanes mengajar kita bahwa Allah yang tidak terlihat, kasih-Nya akan sempurna dan nyata terlihat ketika umat Tuhan hidup saling mengasihi. Jika Allah tinggal di dalam kita dan kasih-Nya sempurna di dalam kita, maka kasih itu akan terwujud dalam kehidupan kita yang mengasihi orang lain. Kasih-Nya di dalam kita akan menggerakkan kita dan memampukan kita untuk mengasihi sesama kita. Bukan sebaliknya—keberadaan Allah di dalam kita tergantung dari keberhasilan kita untuk mengasihi orang lain. Kalau konsep terbalik itu yang kita pegang, maka kita tidak akan pernah mampu untuk mengasihi sesama, karena standard kasih yang akan kita gunakan adalah standard kita sebagai manusia berdosa. Sebaliknya ketika kasih Allah itu sempurna di dalam kita, maka kasih yang sempurna itu yang akan terus menggerakkan dan memampukan kita untuk mengasihi sesama. Kiranya lagu di bawah ini menjadi tekad kita dalam mengasihi Tuhan dan sesama bukan hanya di masa Natal ini, tetapi di sepanjang perjalanan hidup kita. -VA
活出爱
Ada kasih dari surga begitu sempurna,
Ajaib, namun nyata terlihat.
Pada saat kau dan aku tulus mengasihi,
Nyatakan dan pancarkan kasih-Nya.
Kasih Yesus mengalir, membuka hidupku
‘tuk jadi saluran berkat-Nya.
Kasih Yesus kobarkan, terangi hatiku,
Mari kita nyatakan kasih-Nya.
Bacaan Alkitab
Yeremia 20-21
