JESUS IS THE GREATEST ONE

sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, di atas bumi, dan di bawah bumi, dan segala lidah mengaku, “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah Bapa!
(Filipi 2:9–11, TB2)

Hari ini mari kita kembali pada teladan Kristus sebagai hamba. Di dalam pelayanan-Nya Ia tidak berusaha menonjolkan diri-Nya untuk dilihat sebagai pemimpin yang terbesar. Ia juga tidak menjadi seorang pemimpin yang mencari popularitas dengan memiliki banyak followers (pengikut). Dalam sebuah peristiwa setelah Ia melakukan mukjizat yang besar dengan memberi makan 5.000 orang laki-laki (belum termasuk wanita dan anak-anak) dari 5 roti dan 2 ikan, Yesus mengetahui bahwa orang banyak mengikutinya karena mukjizat itu (Yoh. 6:26). Ia lalu memberikan sebuah pengajaran yang sangat sulit dipahami, yaitu tentang diri-Nya sebagai Roti Hidup. Akibatnya, ada banyak murid-Nya yang mengundurkan diri (bukan 12 murid). Apakah Tuhan Yesus takut dengan hal itu? Tidak. Dia datang ke dunia bukan untuk mencari popularitas, kebesaran diri. Ia datang untuk taat menjalankan kehendak Bapa-Nya (Yoh. 6:38). Ia telah meninggalkan kemuliaan-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib (Filipi 2:7–8).

Ia tidak seperti para pelindung (patron) yang memilih klien yang dianggap mampu untuk memenuhi kewajiban mereka dalam membalas kebaikan sang patron. Yesus taat menjadi hamba dengan memberikan nyawa-Nya bagi manusia yang telah melawan-Nya, manusia yang tidak layak Ia selamatkan. Itulah anugerah.
Apa hasil dari ketaatan Kristus kepada Bapa dengan merendahkan diri-Nya? Bapa meninggikan Dia, mengaruniakan nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, di atas bumi, dan di bawah bumi, dan segala lidah mengaku, “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah Bapa!
Jika kita kembali pada pertanyaan di Hari Minggu lalu, “Who is the big one?” Maka, jawabannya adalah “Jesus is the GREATEST ONE!” Dia adalah yang terbesar, yang teragung.

Biarlah segala hal yang kita lakukan dalam hidup kita menjadi pelayanan yang kita persembahkan kepada Allah dengan motivasi utama untuk meninggikan Kristus. Soli Deo Gloria! -VA

Betapapun tinggi prestasi manusia
Semua itu kar’na rahmat Anugrah Tuhan
Kita semua adalah alat Yang Kuasa
Jangan s’orang pun megahkan dirinya
Sgala pujian bagi Tuhan, hanya Tuhan layak dipuji
Tak s’orangpun layak megahkan diri, Kemuliaan hanyalah kepada Tuhan
S’gala pujian bagi Tuhan
(Herry Priyonggo)

Bacaan Alkitab
Maleakhi 1-4