MISI: SELALU ADA KESULITAN DAN TANTANGAN TETAPI TANGAN TUHAN MENYERTAI
Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.
(Kisah Para Rasul 4:1-3)
Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.
(Kisah Para Rasul 8:1-4)
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
(Matius 28:18-20)
Dalam sejarah misi dan perkembangan gereja, pemberitaan Injil selalu menghadapi kesulitan dan tantangan. Demikian halnya dalam perjalanan gereja mula-mula, pada waktu Petrus dan Yohanes memberitakan Injil, mereka mendapat tantangan dari para imam, pengawal Bait Allah, dan orang Saduki. Mereka marah dan menangkap Petrus dan Yohanes dan memasukkan mereka dalam tahanan. Besar kemungkinan, pasca peristiwa penyaliban, kebangkitan dan kenaikan Yesus, gerak-gerik para murid selalu diawasi secara ketat. Dalam Kisah Para Rasul 7 ada sekelompok orang yang menghasut dan memfitnah seorang murid bernama Stefanus. Stefanus kemudian ditangkap dan dihadapkan ke Mahkamah Agama. Akan tetapi dengan berani Stefanus memberitakan firman Tuhan. Kemudian Stefanus diseret ke luar kota dan dirajam batu sampai mati. Sejak saat itu gereja menghadapi tantangan dan penganiayaan yang jauh lebih hebat. Saulus adalah salah satu tokoh yang menjadi penggerak penganiayaan jemaat. Ia menangkap orang-orang percaya, memenjarakan mereka, dan berusaha membinasakan jemaat. Dengan adanya kesulitan, tantangan, dan penganiayaan itu apakah pemberitaan Injil terhenti dan gereja mati? Tidak! Sebab tangan Tuhan menyertai, sesuai dengan janji Yesus, bahwa IA akan menyertai senantiasa sampai kesudahan zaman. Justru melalui penganiayaan, pemberitaan Injil makin tersebar luas. Bahkan Saulus, si penganiaya itu, kemudian mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus, bertobat dan percaya kepada Yesus. Namanya kemudian diganti menjadi Paulus. Ia dipanggil menjadi rasul, dan memberitakan Injil ke berbagai daerah, sampai ke Eropa. Jika di Bali saat ini ada banyak gereja berdiri (termasuk GKA Zion), ingatlah selalu bahwa ada TANGAN TUHAN yang selalu MENYERTAI.
Doa dan Komitmen: Tuhan, jika dalam pemberitaan Injil saya menghadapi kesulitan, saya mau belajar percaya bahwa tagan-Mu selalu menyertai. (Mas Git)
Bacaan Alkitab
Yohanes 11
