MENANG ATAS JERAT DOSA SEKSUALITAS

“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging… yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala…”

(Galatia 5:16, 19, 20a)

Seks itu baik. Allah menciptakan seksualitas dengan maksud dan tujuan yang mulia—laki-laki dan perempuan diciptakan sebagai gambar dan rupa Allah, pernikahan dibentuk sebagai cerminan relasi antara Allah dengan umat-Nya (Ef 5:32). Jadi masalahnya bukan pada seks itu sendiri, melainkan pada hati yang berdosa yang menyalahgunakan seks yang baik. Kita tahu di sekitar kita ada begitu banyak bentuk dari keterikatan pada seksualitas yang salah; mulai dari jebakan pornografi, perselingkuhan, perzinahan hingga pada gaya hidup LGBTIQ+ yang semakin berani menampilkan dirinya. Apa yang membuat begitu banyak orang terikat pada seksualitas yang salah? Bagaimana kita mengatasi godaan-godaan semacam itu sebagai umat yang telah dimenangkan oleh Kristus?

Timothy Keller menjelaskan tentang dua jenis berhala; yang pertama adalah berhala luar/permukaan; yaitu berhala yang terlihat dari tampak luar, misalnya uang, jabatan, hobi, pacar, dan lain sebagainya, termasuk seks, ketika kita menempatkan segala yang baik itu sebagai yang utama. Berhala-berhala ini dapat lebih mudah kita kenali melalui apa yang tampak dari perilaku sehari-hari. Namun ada yang disebut ‘berhala dalam’, yaitu apa yang tersembunyi di balik berhala permukaan itu; sesuatu yang lebih besar, lebih berbahaya, sesuatu yang menjadi sumber dan menggerakkan perilaku berhala luar. Memotong berhala luar tapi tidak menyelesaikan berhala dalam tidak akan menyelesaikan masalah.

Perilaku pornografi, perselingkuhan, perzinahan, LGBTIQ+ dan sejenisnya adalah apa yang tampak secara luar. Pertanyaannya, kenapa kita tertarik melakukannya? Apa yang kita cari dari perilaku-perilaku itu? Ketika kita menyelidiki hati kita lebih dalam, mungkin kita akan menemukan ‘kenyamanan’ (seks membuat kita nyaman), ‘kendali’ (di dalam perilaku seks kita bisa mengendalikan lawan jenis kita’), atau ‘penerimaan’ (seks membuat kita merasa diterima dan dicintai). Kenyamanan, kendali, penerimaan itulah yang menjadi ‘berhala dalam’ yang perlu kita bereskan dengan Injil. Injil kasih karunia Kristus memberikan kita kenyamanan (Mat 11:28), penerimaan (Rm 5:8) dan kita bisa damai di dalam kendali tangan Allah yang mengasihi kita. Biarkan Kabar baik Injil itu yang menggantikan keterikatan hati kita pada kenyamanan, kendali dan penerimaan yang selama ini kita cari pada seksualitas yang salah. -Edo

Bacaan Alkitab
Mazmur 57-60