KESEJAHTERAAN BERSAMA

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
(Yeremia 29:7)

Allah berfirman kepada mereka: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” Kata “kesejahteraan” berasal dari kata Ibrani shalom, yang maknanya luas, melampaui ketiadaan konflik hingga mencakup kesejahteraan menyeluruh. Israel diminta untuk ikut menghadirkan shalom bagi kota Babel. Ketika kota itu tumbuh dan sejahtera, mereka pun turut menikmatinya, meskipun mereka adalah orang asing di sana. Dalam hati orang Israel, tentu ini bukan hal yang mudah diterima. Bagaimana mungkin mereka bertanggung jawab atas kesejahteraan kota dan bangsa yang telah menjajah mereka? Jika itu kota mereka sendiri, tentu masuk akal. Namun ini kota asing, di mana mereka tetap dianggap orang luar. Bahkan jika diterima, mereka tetap akan menjadi pekerja atau budak. Namun, kita dipanggil bukan untuk mengikuti cara pandang manusia, melainkan cara pandang Tuhan. Karena itu, bangsa Israel diperintahkan untuk menjadi berkat.

Kesejahteraan yang mereka alami di Babel adalah bagian dari rencana jangka panjang, agar generasi mereka tetap terpelihara dan siap kembali ke Yerusalem. Bila mereka tidak mengusahakan kesejahteraan kota, tentu mereka sendiri dan anak cucu mereka akan mengalami kesulitan. Kita belajar bahwa rencana Tuhan selalu untuk kebaikan. Bila ada yang menolak hal ini, berarti ia tidak sejalan dengan kehendak Tuhan. Kita juga belajar bahwa hidup orang Kristen bukan untuk kepentingan pribadi semata. Justru, kita harus memperjuangkan kebaikan orang lain dan lingkungan. Umat Israel harus percaya bahwa mereka tidak dilupakan oleh Tuhan. Mereka hanya harus menunggu 70 tahun hingga waktunya tiba untuk dipulihkan. Dalam masa penantian itu, mereka belajar hidup dalam ketaatan. 

Berdoa dan berperan aktif  dalam mengusahakan kesejahteraan kota dimana kita tinggal, meskipun kota tersebut bukan tempat kelahiran kita, namun Tuhan mengajarkan bahwa kesejahteraan kota adalah kesejahteraan kita bersama. (as)

Bacaan Alkitab
Yehezkiel 36-37