MENANG ATAS JERAT MATERIALITAS

Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
(Matius 6:20-21)

Sebagaimana yang telah dikemukakan di perenungan sebelumnya, seringkali berhala masa kini bukan sesuatu yang buruk pada dirinya sendiri—kalau sesuatu itu buruk maka kita pasti akan dapat langsung mengenalinya dan menghindarinya. Berhala seringkali adalah sesuatu yang baik, yang kita tempatkan sebagai yang paling utama. Ketika kita melihat tentang ‘jerat materialitas’ di mana dituliskan, ‘…di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada’, bukan berarti materi itu buruk, namun seringkali hati kita lah yang bermasalah. Kita menempatkan materi yang baik itu sebagai yang paling utama. Kembali pada apa yang Keller kemukakan, materi bisa menjadi ‘berhala luar’, dan kita perlu menggali lebih dalam untuk menemukan ‘berhala dalam’ di hati kita untuk menyelesaikan persoalan ini.

Apa yang kita cari dari materi? Uang dan aset bukan tujuan akhir, bukan? Uang dan aset hanyalah alat untuk mendapatkan apa yang hati kita cari. Apakah kita mencari ‘kenyamanan diri’ melalui materi itu—sehingga kita akan melakukan segala cara untuk memastikan kita mendapatkan kenyamanan melalui uang dan aset sekalipun harus mengorbanan integritas? Apakah kita mencari ‘penerimaan’ melalui materi itu—bahwa dengan punya banyak materi kita akan ‘dipandang dan diperhitungkan’ oleh dunia? Apakah kita mencari ‘kekuasaan dan kendali’ lewat materi—di mana ketika kita punya uang maka kita bisa punya ‘power’ untuk mengendalikan segala sesuatu seperti yang kita mau, bukan kah sudah menjadi rahasia umum jika uang bisa jadi ‘pelicin’ dan ‘alat kekuasaan’? Apa yang hati kita cari sesungguhnya?

Menang dari jerat materi bukan berarti tidak boleh cari materi—tidak boleh kaya. Menang dari jerat materi berarti kita tidak mengikatkan diri pada materi sebagai alat untuk mendapatkan kenyamanan diri, penerimaan, kuasa dan kendali. Menang dari jerat materi berarti bahwa kita tidak mencari dari materi apa yang hanya bisa kita dapatkan dari Allah. Arahkan dan tambatkan hati kita pada Allah. Puaskan hati kita di dalam Dia yang memberikan kenyamanan, penerimaan, dan kuasa sebagai anak-anak Allah—sehingga kita bisa melihat dan menempatkan materi pada porsi dan posisinya yang sesungguhnya. -Edo

Bacaan Alkitab
Mazmur 64-65