PINTU YANG TIDAK DAPAT TERTUTUP

Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun.
(Wahyu 3:8a)

Dalam keterbatasan kita memahami segala sesuatu yang terjadi, terkadang bisa muncul perasaan sendiri dan ditinggalkan. Kita seakan berjuang sendirian—menghadapi ajaran-ajaran yang berusaha merusak kebenaran, menghadapi berbagai tantangan iman dan penderitaan, menghadapi semua cibiran dan kalimat-kalimat yang melemahkan… Rasa lelah, bingung dan tersendiri bisa menjadi senjata musuh untuk menjatuhkan dan mengalahkan kita. ‘Kenapa aku harus berjuang sendirian? Kenapa tidak ada pertolongan? Tidak bisa kah Allah melenyapkan semua tantangan ini?’ Pertanyaan-pertanyaan serupa semakin mendominasi pikiran dan akhirnya melemahkan iman.

Dalam ayat ini Tuhan secara khusus meneguhkan jemaat Filadelfia bahwa Dia tidak pernah jauh. Dia selalu hadir, Dia melihat, Dia tahu semua yang mereka alami. ‘Aku tahu segala pekerjaanmu’, firman Tuhan. Suatu kalimat yang menegaskan bahwa setiap usaha, kesetiaan dan pelayanan kita tidak pernah luput dari perhatian-Nya. Bahkan ketika terasa kecil dan tidak dilihat oleh manusia, Allah tetap melihat dan memperhitungkannya. Kita tidak diabaikan. Kita tidak ditinggalkan. Bahkan Tuhan melanjutkan, ‘Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun’!  Kita mungkin merasa berjuang sendirian, kita kelelahan dan kebingungan. Namun Tuhan mengingatkan bahwa Dia yang senantiasa melihat dan mengerti kesusahan kita, Dia juga peduli dan bekerja bagi kita! Dia membukakan pintu demi pintu—entah kah selama ini kita menyadarinya atau tidak. Di tengah kesesakan, Tuhan membukakan pintu—terkadang mungkin berupa jalan keluar, sebuah solusi atas kesesakan yang terjadi, namun mungkin juga sebuah ‘pintu’ yang membuka kesempatan kita bersaksi dan memuliakan Tuhan di tengah dan di dalam kesesakan itu! Apa pun wujud ‘pintu’ itu—entah keelepasan, atau kesempatan—satu hal yang pasti bahwa rencana Tuhan tidak bisa digagalkan oleh siapa pun atau apa pun—entah oleh manusia, keadaan, bahkan oleh iblis, si musuh besar kita.

Maka jangan takut dan kecewa jika tampaknya jalan tertutup di depan kita, karena Tuhan mampu membukakan pintu-pintu baru yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Jangan bergantung pada kekuatan diri dan merasa berjuang sendirian, karena Tuhan selalu hadir, menyertai dan peduli. Tugas kita adalah untuk tetap setia, dan Tuhan melihat setiap pekerjaan dan kesungguhan hati kita. (dan)

Bacaan Alkitab
Amsal 1-3