YESUS PENOLONG YANG SETIA

“Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya“.
(Ibrani 4:14-16)

“Hope”. Minggu ini adalah diperingati sebagai Minggu Adven pertama dalam menyambut Natal. Makna dari advent pertama adalah masa penantiaan atau pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Dalam masa penantian ini kita kembali diingatkan bahwa janji kedatangan Kristus yang kedua adalah pasti akan digenapi. Dalam masa penantian, kita juga dapat terus merasakan penyertaan Kristus yang melingkupi perjalanan hidup iman kita. Sekalipun kita tidak dibebaskan dari kesusahan, penderitaan atau pergumulan, namun kasih setia Tuhan adalah kekuatan, penghiburan dan harapan bagi kita.

Kita sungguh bersyukur, bahwa kita boleh dikenal dan mengenal Kristus, yang adalah Allah yang sungguh mengasihi kita. Kristus menjadi jalan pendamaian bagi kita manusia berdosa untuk kembali kepada Allah, dan Kristus juga menjadi sahabat sejati dalam perjalanan hidup kita. Kristus sangat mengerti siapa kita, termasuk penderitaan atau pergumulan kita, sebab apa yang dialami oleh Kristus jauh lebih berat dari yang kita alami. Kristus lebih menderita dari permasalahan yang kita alami dan Kristus tidak menyerah. Inilah yang menjadi penghiburan bagi kita, bahwa pergumulan kita belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Kristus. Hal ini juga menjadi pengharapan bagi kita bahwa oleh kasih dan rahmat-Nya, kita dapat bertahan dan menang dalam melewati setiap pergumulan.

Ketika kita sedang menghadapi godaan dan pencobaan, ingatlah kita memiliki Imam Besar Agung yang sangat mengerti segala luka yang kita derita. Dia tahu bagaimana rasanya ketika kita menghadapi godaan dan pencobaan. Kita memiliki seorang Imam Besar di hadapan Allah yang mampu mengidentifikasi diri dengan kita, bahwa Ia tahu apa yang sedang kita rasakan dan alami. Maka kita dapat menghampiri takhta-Nya dengan keyakinan iman dan pengharapan yang teguh, kita dapat merasakan kasih karunia dan belas kasihan-Nya di saat pergumulan dan kesusahan datang.

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk kasih setia-Mu dan pemeliharaan-Mu atas hidup kami hingga hari ini, ajar kami untuk terus percaya, amin. (gian)

Bacaan Alkitab
Yesaya 27-28