DARI KECIL, MUNCUL HARAPAN BESAR

Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seseorang pemimpin, yang akan mengembalakan umat-Ku Israel.
(Matius 2:6)

Ayat ini mengingatkan kepada kita bahwa Allah tidak bergantung pada ukuran, popularitas, atau kebesaran dunia untuk menggenapi rencana-Nya. Betlehem adalah sebuah kota kecil yang jarang disebut dan dipilih, namun karena adanya rencana Allah, sehingga Ia memilih dan menjadikan tempat kelahiran Raja di atas segala raja yaitu sang MESIAS. Di tengah dunia modern yang penuh dengan sebuah perlombaan untuk menunjukan siapa yang paling hebat, paing sukses atau yang paing viral. Pesan ini seperti Cahaya yang lembut yang menyadarkan kita bahwa Allah bisa bekerja dari hal-hal yang kecil, tersembunyi dan bahkan sering diabaikan. Sering kali kita merasa diri kita “kecil”:

  • Mungkin karena latar belakang keluarga yang biasa saja
  • Pekerjaan yang sederhana
  • Pelayanan yang rasanya tidak diperhatikan
  • Kemmpuan terbatas
  • Atau pergumulan yang membuat kita merasa tidak berarti

Namun dari kisah Betlehem, ini dapat mengubah cara pandang itu, bahwa Allah memulai pekerjaan besar-Nya dari tempat yang dianggap tidak penting. Artinya bahwa, tidak ada hidup yang terlalu kecil untuk menghadirkan dampak besar ketika itu diserahkan kepada-Nya. Allah tidak mencari pada hal-hal yang paling menonjol tetapi Dia mencari yang mau taat. Dan Allah tidak menilai dari apa yang dunia lihat, Dia menilai dari kesiapan hati. Dan ketika hati itu berserah, harapan besar dapat lahir dari sesuatu yang tampaknya kecil. Ada sebuah ilustrasi tentang “Benih kecil, pohon yang besar” mungkin setiap kita pernah melihat anak-anak sekolah yang membawa bibit pohon yang akan mereka tanam, sebagai proyek lingkungan hidup. Sepintas, bibit itu tampaknya kecil dan bahkan banyak yang tidak memperhatikan akan kegiatan itu. Namun setelah bertahun-tahun pohon itu tumbuh menjadi besar dan memberi keteduhan ditengah panasnya kota, dan bahkan tempat burung-burung untuk bersarang. Pohon yang dulunya dianggap kecil, ternyata memiliki dampak yang besar. Demikian pun kasih, pelayanan dan ketaatan kecil kita, dapat menjadi berkat yang tidak kita duga. (Ir)

Apakah kita siap menjadi “Betlehem” bagi rencana Allah.?

Doa: Bapa Sorgawi pagi ini kami belajar bahwa Allah dapat bekerja melalui kehidupan kami, walaupun dari hal yang sederhana sekalipun dan biarlah hidup kami boleh menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

Bacaan Alkitab
Yeremia 28-30