MENANG ATAS JERAT MATERIALITAS

Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
(Matius 6:20-21)

Pernahkah kita berfikir seperti apa seharusnya hidup setiap orang-orang yang telah dimenangkan di dalam Kristus? Paulus sendiri telah menjawab, bahwa hidup yang dimenangkan oleh Kristus ada ketekunan dan kesetiaan sampai akhir. Paulus menggambarkan tentang ketekunan hidup seorang yang percaya dalam Kristus dengan menggunakan metafora perlombaan Atletik. Metafora yang diambil dari dunia olahraga ini merujuk kepada perlombaan lari. Kenapa cabor lari? karena seorang pelari adalah penggambaran tentang perlombaan kehidupan ditekuni orang percaya. Semua orang percaya hidupnya berada di dalam pertandingan iman yang dijalankan dengan tekun. Orang-orang percaya dipanggil untuk terus bertekun dalam menghidupi Injil dan mengambil bagian dalam tugas memberitakan kabar baik. Tentu sebelum memberikan nasihat, Paulus sendiri telah memelihara dan menjaga hidupnya untuk menjadi teladan dalam menjaga kesetiaan kepada Kristus dan bertekun dalam tugas pemberitaan Injil.

Perkataan Paulus ini mengingatkan setiap orang percaya untuk tidak menjalani kehidupannya seperti biasa-biasa saja atau tidak ada bedanya dengan orang yang tidak hidup di dalam Kristus. Orang-orang dimerdekakan dalam Kristus hidupnya berbeda ditunjukkan melalui tindakan-tindakan sehari-hari: Dalam konteks rumah, Gaya hidupnya seorang pelari di tunjukkan dengan memilih untuk tetap sabar dan mengampuni anggota keluarga, meski kita sendiri mungkin lelah, atau sedang kecewa, atau sedang marah. Ketika berada dalam komunitas, gaya hidupnya ditunjukkan dengan selalu konsisten untuk aktif hadir dan melayani. Dalam kehidupan umum kita berani memiliki sikap yang melawan godaan dunia dengan menolak ikut-ikutan menggosip org lain, hidup jujur sekalipun di tengah tekanan kerja, atau tidak kompromi dengan pandangan dunia yang mengorbankan Tuhan untuk keuntungan pribadi. Budaya ini adalah perwujudan yang disampaikan Paulus tentang ketekunan dan kesetiaan sebagai orang-orang yang sudah dimenangkan oleh Kristus. Maka sekarang tanyakan pada diri kita Apakah gaya hidup kita baik di rumah, di gereja, atau di komunitas sudah menunjukkan gaya hidup seorang dimerdekakan dalam Kristus?

Doa: Allah Bapa, mampukan aku, orang yang dimerdekakan dalam Kristus untuk bertekun dan setia dalam pertandingan iman ku. Bimbinglah aku Tuhan senantiasa hidup menjadi terang Injil di tengah dunia, mampukan hidup ku untuk saling menopang di tengah komunitas, dan menjadi pembawa berkat bagi kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Yesus, Amin. (Isai)

Bacaan Alkitab
Mazmur 66-68