KEMENANGAN ATAS MUSUH

Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.
(Wahyu 3:9b)

Sebuah kapal kargo terjebak dalam badai hebat. Mesin mati, komunikasi terputus. Gelombang setinggi gunung menghantam lambung kapal, dan para awak kapal mulai dilanda kepanikan dan putus asa. Seorang anak buah kapal yang masih muda menghampiri kaptennya dengan gemetar, “Kapten, kita sudah tersesat. Kita tidak tahu lagi di mana kita berada. Kita akan hanyut dan mati di sini” ratapnya. Kapten itu tidak menjawab dengan kata-kata motivasi kosong. Dia justru berjalan dengan tenang menuju meja navigasinya yang basah. Dengan tangan yang stabil, dia menyalakan GPS cadangan yang masih menyimpan sedikit daya baterai, memanggil semua awak kapal dan menunjuk ke layar. Di sana, terpampang jelas sekumpulan angka: 04°15’15.0″S 101°32’30.0″E. “Perhatikan!” seru Kapten, “Ini bukan harapan kosong. Ini adalah posisi kita yang pasti di muka bumi ini. Kita TIDAK tersesat. Kita ada di sini.” Dia kemudian mengambil peta kertas dan menancapkan jarinya pada sebuah titik. “Dan dari sini,” lanjutnya, menatap mata setiap awak kapal satu per satu, “ada satu jalur pelayaran utama. Setiap 6 jam, selalu ada kapal yang melintas. Itu adalah jadwal yang sudah tetap, seperti matahari terbit. Kepastiannya bukan hanya bahwa akan ada kapal yang melihat kita, tetapi bahwa kita tahu di mana kita harus menunggu dan kapan pertolongan akan datang.” Seketika itu juga, suasana berubah. Ketakutan akan kepanikan yang menggerogoti jiwa mereka lenyap. Mereka memiliki sebuah koordinat. Sebuah titik acuan yang absolut di tengah chaos samudra. Mereka tahu di mana mereka berdiri. Mereka tahu kapan tepatnya pertolongan akan datang.

Di tengah perjuangan dan penderitaan, tidak ada yang jauh lebih menghiburkan daripada sebuah kepastian. Dalam suratnya kepada jemaat Filadelfia yang sedang berjuang di tengah gempuran ajaran sesat dan penderitaan, Tuhan sendiri yang memberi kepastian, yaitu bahwa Dia akan membela orang-orang yang setia kepada-Nya. Kemenangan atas musuh adalah pasti—mereka, musuh-musuh rohani dan orang-orang yang menentang itu—akan datang tersungkur dan mengakui bahwa Tuhan beserta umat-Nya. Kepastian janji kemenangan yang sama juga diberikan pada kita. Kita tidak perlu membalas atau membenci mereka yang menganiaya kita. Kita tidak perlu dikuasai oleh ketakutan dan kekuatiran terhadap berbagai bahaya yang ada di sekitar kita. Serahkan pembelaan dan perlindungan diri kita kepada Tuhan. Fokuslah pada panggilan untuk setia, dan pegang erat janji-Nya bahwa Tuhan yang bekerja bagi kita akan menyelesaikan pekerjaan-Nya dengan indah dan sempurna pada akhirnya. (dan)

*) Materi PA/ Diskusi Kelompok hari ini dapat dilihat di bagian lampiran gembala WA

Bacaan Alkitab
Amsal 4-5