DUSTA TERBESAR

¹¹Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. ¹²Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu ¹³dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. ¹⁴Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” ¹⁵Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
(Matius 28)

Seberapa penting atau krusialnya berita kebangkitan Kristus? Pastinya sangat krusial, sangat penting! Mengapa demikian? Jelas sekali terlihat dari respon para imam dan tua-tua waktu itu. 

Mereka tidak suka apa yang mereka dengar dari para serdadu. Apa yang para serdadu sampaikan? Mereka menyampaikan peristiwa besar yang mereka saksikan, yang terjadi, yang membuat mereka gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati, ketika mengetahui Yesus yang disalib dan mati dan kubur itu kosong. Matius 28: ²Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. ³Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.

Kalau itu peristiwa yang tidak mereka duga maka seharusnya membuat mereka terkejut dan mengeluarkan pertanyaan² dalam keterkejutan mereka misalnya: wah masa? apa benar?  sungguhkah itu terjadi? Tapi respon mereka tidak terkejut bahkan apa yang sudah ada dalam pemikiran mereka bahwa hal ini akan terjadi sehingga mereka sudah pikirkan, bahkan menyiapkan siasatnya untuk menolak kenyataan itu langsung disampaikan kepada para serdadu-serdadu itu: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur”.

Dusta terbesar sepanjang sejarah dunia ini ada karena yang mereka lakukan adalah menyangkali karya keselamatan Allah bagi dunia, mereka bahkan dengan tidak takut merencanakan berita dusta tanpa mempertimbangkan segala sesuatu, dilakukan dengan tanpa hati nurani.

Apa respon kita? Hati seperti apakah yang kita berikan/ nyatakan ketika kita mendengar kabar kebangkitan Yesus dari kematian, melonjak? bersyukur? takjub? atau biasanya saja, “toh Dia adalah Allah yang menjadi manusia bukankah wajar Dia bangkit?

Mari renungkan sejenak apa yang menjadi respon kita secara pribadi selama ini atas kebangkitan-Nya. Tuhan memberkati. (hp)

Bacaan Alkitab
Lukas 23, Yohanes 18-19