CORAM DEO

“Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”
(Ulangan 6:7)

“Injil di meja makan” Mengingatkan kembali arti kata dari ‘Coram Deo’ yaitu dihadapan Allah, maka hidup yang ber-Coram Deo adalah dihadapan Allah kita menjalani seluruh kehidupan kita di bawah otoritas Allah dan untuk kemuliaan Allah. Hidup dalam hadirat Tuhan berarti memahami bahwa apa pun yang kita lakukan dan di mana pun kita beraktifitas, kita bertindak di bawah pengawasan Tuhan. Tuhan Mahahadir, sehingga tidak ada tempat yang begitu terpencil yang membuat kita dapat lolos dari pandangan-Nya.

Injil di meja makan, adalah istilah yang saya mau pakai untuk menjelaskan bagaimana kebenaran Injil dapat disampaikan dengan menarik dan sederhana tanpa pernah kehilangan esensi dari Injil. Kita dapat menyatakan kasih dan kebaikan Tuhan kepada anak-anak saat kita sedang makan atau saat bersama mereka. Kita dapat ngobrol dengan anak, yaitu dengan berbagi kisah menceritakan kebaikan Tuhan. Kita juga dapat mendorong anak untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain, misalnya dengan mendoakan atau membantu teman mereka. Singkatnya, hidup ber-Coram Deo dapat dimulai dari dalam rumah, atau dimana kita berada lalu mempraktekkannya.

Ini adalah hal yang sederhana yang bisa kita wujudkan. Seperti firman Tuhan yang kita baca, bagaimana umat Tuhan harus ber-Coram Deo yaitu dengan mengajarkan kebenaran dan langsung mempraktekkan kebenaran. Menyampaikan kebenaran di rumah tidak harus dengan metode berkhotbah seperti di gereja, melainkan dengan aktifitas harian yang sudah ada. Saat di meja makan, saat di ruang keluarga, saat berbaring hendak istirahat, saat dalam perjalanan, dan segala aktifitas yang dikerjakan, kita dapat menyatakan dan menyaksikan kasih kebaikan Tuhan dan mendorong setiap kita untuk hidup memuliakan Tuhan.

Jadi, hidup Coram Deo adalah menjalani seluruh hidup dengan berpedoman atau berfokus pada Kristus, yaitu menjalani hidup yang berintegritas. Ini adalah hidup yang utuh, yang menemukan kesatuan dan koherensinya dalam keagungan Tuhan. Injil seharusnya nyata dan dapat dirasakan dalam lingkup kecil, yaitu keluarga. Bagaimana dengan keluarga Anda, apa yang menjadi kendala sehingga Injil sulit diajarkan dan diterapkan dalam keluarga? Mengapa sulit untuk hidup ber-Coram Deo?

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami agar dapat menyatakan Injil-Mu, amin. (gian).

Bacaan Alkitab
Kejadian 32-34