AKRAB DI LUAR, RENGGANG DI DALAM
(MENGASIHI TANPA TOPENG)

Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
(Roma 12:9)

Hubungan yang hangat di luar tetapi renggang di rumah adalah sebuah fenomena yang disebut dengan istilah “topeng sosial”. Seringkali di luar rumah kita terlihat manis dan sabar, serta penuh perhatian, namun di dalam rumah kita mudah marah dan sangat egois. Seringkali anggota keluarga takut menunjukkan lelemahan karena takut dihakimi. Keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman di mana suami, istri, dan anak-anak bisa jujur mengenai pergumulan mereka, serta saling mendukung dalam kelemahan.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk memiliki kasih yang tulus tanpa kepalsuan, yang menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga Kristen yang harmonis. Kasih yang sejati berati menerima dan mengasihi keluarga sendiri apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Mengasihi tanpa topeng berarti kita mengasihi bukan karena apa yang bisa kita dapatkan tanpa pamrih, melainkan karena Kristus telah lebih dahulu mengasihi kita tanpa syarat. Dengan menanggalkan topeng kesempurnaan di dalam keluarga, akan menolong keluarga untuk dapat keluar dari sebuah pergumulan, karena ada orang lain yang menguatkan dan mendoakannya. Keluarga Kristen adalah sebuah komunitas orang percaya yang tidak sepenuhnya sempurna, sehingga perlu adanya kerendahan hati dari setiap anggota keluarga. Tidak ada kasih yang sejati tanpa kerendahan hati untuk saling mengampuni kesalahan antar anggota keluarga. Melalui kerendahan hati untuk mengampuni akan menolong untuk membuang kepahitan dan tidak lagi mengingat kesalahan masa lalu.

Marilah kita belajar melihat pasangan atau anggota keluarga sebagai ciptaan Tuhan yang unik, dan fokuslah pada kelebihan mereka ketimbang terus-menerus menuntut kesempurnaan. Amin. -as

Bacaan Alkitab
Imamat 19-21