AKRAB DI LUAR, RENGGANG DI DALAM
(HINDARI PERGAULAN YANG BURUK)

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
(1 Korintus 15:33)

Dimulai di dalam rumah. Suami, istri, dan anak-anak harus saling menjaga dari hal-hal yang merusak keluarga dari pergaulan yang buruk, dan sebaliknya melekat erat pada hal-hal yang membangun, seperti kejujuran, saling menghargai dan mengampuni.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita sebagai keluarga Kristen untuk sangat berhati-hati terhadap lingkungan dalam pergaulan sehari-hari. Pengaruh teman atau komunitas dapat mengikis nilai-nilai iman dan karakter yang sudah dibangun sejak lama di dalam rumah, sehungga pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik harus diwaspadai oleh setiap anggota keluarga. Rasul Paulus memperingatkan jemaat di Korintus mengenai bahaya pergaulan yang salah. Dalam konteks keluarga, peringatan ini sangat relevan untuk diterapkan di era modern saat ini. Pengaruh komunitas tidak mengenal batas usia. Bukan hanya anak-anak dan remaja yang rentan terhadap pergaulan buruk di sekolah atau lingkungan luar, orang tua pun dapat terbawa arus pergaulan yang keliru di tempat kerja maupun pergaulan sosial. Lingkungan yang negatif perlahan-lahan dapat membentuk kebiasaan yang buruk, merusak karakter Kristiani, hingga menghancurkan keharmonisan rumah tangga.

Untuk menangkal pengaruh negatif dari luar, keluarga harus menjadi benteng utama. Hubungan yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci utama. Anak-anak yang merasa aman, didengar, dan mendapatkan teladan hidup dari orang tuanya akan lebih kuat menolak pengaruh buruk dari luar.

Sebagai keluarga, kita dipanggil untuk menjadi terang, namun tetap harus bijak memilih komunitas yang mendukung pertumbuhan rohani. Bergaul dan bersekutu dengan komunitas gereja, kelompok sel, atau persekutuan doa dapat memperkuat iman dan saling menguatkan dalam kebenaran terang Firman Tuhan. Amin. -as

Bacaan Alkitab
Bilangan 3-4