BERJAGA – JAGALAH
¹”Apabila Anak Manusia datang sebagai Tuhan, keadaannya seperti dalam perumpamaan ini: Sepuluh gadis pengiring pengantin masing-masing mengambil pelita, lalu pergi menyambut pengantin laki-laki. ²Lima orang dari mereka bodoh, dan lima yang lainnya bijaksana. ³Kelima gadis yang bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak persediaan. ⁴Kelima gadis yang bijaksana membawa pelita bersama-sama dengan minyak persediaan. ⁵Pengantin laki-laki itu datang terlambat, jadi gadis-gadis itu mulai mengantuk lalu tertidur. ⁶Tengah malam, barulah terdengar suara teriakan, ‘Pengantin laki-laki datang! Mari sambut dia!’ ⁷Sepuluh gadis itu bangun, dan memasang pelita mereka. ⁸Gadis-gadis yang bodoh itu berkata kepada yang bijaksana, ‘Berikanlah minyakmu sedikit kepada kami, sebab pelita kami sudah mau padam.’ ⁹’Tidak bisa!’ jawab anak-anak gadis yang bijaksana itu, ‘sebab nanti kita semua tidak punya cukup minyak. Pergilah beli di toko.’ ¹⁰Maka gadis-gadis yang bodoh itu pergi membeli minyak. Sementara mereka pergi, tibalah pengantin laki-laki. Kelima gadis yang sudah siap itu masuk bersama-sama dengan pengantin laki-laki ke tempat pesta, dan pintu pun ditutup! ¹¹Kemudian gadis-gadis yang lainnya itu tiba. Mereka berseru, ‘Tuan, Tuan, bukakan pintu untuk kami.’ ¹²Tetapi pengantin laki-laki itu menjawab, ‘Aku tidak mengenal kalian!’ ” ¹³Lalu Yesus mengakhiri perumpamaan-Nya itu begini, “Oleh sebab itu berjaga-jagalah, sebab kalian tidak tahu harinya ataupun jamnya.”
(Matius 25 – BIMK)
Cerita 5 (lima) gadis pintar dan 5 (lima) gadis bodoh mengajak kita untuk memperhatikan Pelita Hidup kita, harus tetap menyala dan berisi minyak, jangan sampai kehabisan minyak dan padam.
Maka seharusnya yang menjadi refleksi rohani bagi kita, KITA HARUS SELALU WASPADA. Kita harus mewaspadai kehidupan rohani kita supaya tidak tergoda dengan kemalasan dunia, kenikmatan dunia, hanyut dalam kesenangan dunia, . . . . . kesempatan untuk mengenal DIA bukan tidak ada, Ia telah membuka diri-Nya untuk membuat kita mengenal DIA, tapi banyak orang menolak-Nya, menjalani hidup sembarangan tidak waspada.
Tidak ber-jaga² karena mungkin tidak percaya kedatangan Yesus untuk kedua kali. Tidak dapat dipungkiri masih banyak orang yang menjalani hidup dalam ketidakpercayaan akan Yesus yang akan kembali menjemput manusia, sehingga kita dapat menduga bagaimana cara mereka menjalani kehidupan mereka, atau jangan² ada di antara kita yang berpikir sama dengan mereka – semoga TIDAK – tetapi kalaupun ternyata ada, maka anggaplah ini berita baik bahwa Tuhan mengingatkan kita dan mengajak kita untuk ber-jaga² karena tidak ada yang tahu waktu dan masa kapan IA akan kembali yang kedua kali.
DOA: Ya Tuhanku tolonglah aku agar menjalani hidup dengan penuh kewaspadaan, agar ketika Engkau datang kedua kali aku mendengar suara-Mu yang berkata “Mari masuklah, . . . ”Yesusku, Juruselamatku, tolonglah aku agar selalu dilimpahi kebijaksanaan untuk menjaga lentera hidup kami tetap menyala, sehingga tatkala Engkau datang, kami sedang dan telah menjalani kehidupan dengan baik, menjaga hati dalam kewaspadaan. Kapanpun Engkau menjemput hamba-Mu ini, kapanpun Engkau datang dan menemukan setiap kami, hamba²-Mu sudah siap, Amin. –HP
Bacaan Alkitab
2 Samuel 24, 1 Tawarikh 21-22, Mazmur 30
