PERAN PEMURIDAN DI DALAM UNTUK PENGUTUSAN KE LUAR
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
(Efesus 4:11-12)
Seorang atlet bulutangkis profesional menghabiskan 90% waktunya berlatih: latihan fisik, strategi, drill, sparing partner. Lalu 10% waktunya bertanding di lapangan. Latihan keras bukan tujuan akhir; tujuannya adalah kemenangan di pertandingan. Tanpa latihan yang keras, atlet akan kalah di pertandingan sesungguhnya.
Efesus 4:11-12 memberikan pola Ilahi: “Dan Ialah yang memberikan… baik rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan.” Pendeta dan pengajar bukanlah satu-satunya “pejuang di garis depan.” Mereka adalah “pelatih” yang tugasnya memperlengkapi JEMAAT. Jemaatlah yang akan turun ke “lapangan pertandingan”: kantor, pasar, sekolah, lingkungan.
Frasa “memperlengkapi” dalam bahasa Yunani adalah katartismos yang berarti “membawa ke kondisi yang sempurna” atau “memperbaiki yang rusak.” Ini adalah proses. Gereja adalah “bengkel rohani” di mana Allah melalui firman-Nya memperbaiki, menguatkan, dan mempersiapkan kita. Proses ini sering tidak nyaman, tapi perlu. Perlu adanya kesatuan visi di antara team pelatih agar setiap proses terintegrasi dan terfokus. Ketidakselarasan visi di antara team pelatih hanya akan membingungkan altet yang bersangkutan. Pun perlu adanya kesatuan visi antara team pelatih dengan altet yang dilatih; sekeras apa pun team pelatih mengajar tentang dan menyiapkan asupan sehat tidak akan banyak berguna jika setiap malam altet tersebut cheating dengan makan junk food dan minum alkohol.
Mari membangun team yang memiliki keselarasan di dalam untuk kemenangan di luar. Kesampingkan agenda dan kebanggaan pribadi. Jangan datang ke ibadah hanya untuk “menonton” khotbah. Datanglah untuk “dilatih”. Setiap kali Anda mendengar firman, tanyakan: “Apa yang harus saya perbaiki minggu ini? Apa ‘otot rohani’ yang sedang Tuhan bentuk?” Dan ingat, latihan Minggu pagi ini bukan untuk membuat Anda nyaman, tetapi untuk mempersiapkan Anda menghadapi “pertandingan” di sepanjang minggu.
-Dan
Bacaan Alkitab
Lukas 19
