YOU ARE A GOD’S LETTER

“Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”
(2 Korintus 3:2-3)

Surat adalah alat komunikasi tertulis yang digunakan untuk menyampaikan informasi, pesan, pernyataan, atau perintah dari satu pihak (pengirim) kepada pihak lain (penerima). Surat bisa berbentuk pribadi maupun resmi, dan umumnya memuat informasi, baik terkait hal pribadi maupun hal yang resmi. Sejak zaman dahulu orang sudah mulai mengenal surat-menyurat. Diukir atau ditulis mengunakan media daun, kulit binatang, di atas loh batu, menggunakan pahat, buluh yang dicelup tinta, pena, pulpen hingga mengetik. Semua itu merupakan perkembangan dalam hal tulis menulis surat.

Hampir semua orang pernah menerima surat ataupun berkirim surat. Ada banyak macam jenis surat, diantaranya: surat pribadi, surat cinta, surat undangan, surat wasiat, surat nikah, surat terbuka, dan ada pula surat kaleng. Makna sebuah surat biasanya dilihat sebagai media untuk menyampaikan pikiran, perasaan dan sikap seseorang mengenai berbagai hal. Isi surat selalu menggambarkan maksud dari seseorang atau bahkan bisa memberikan informasi mengenai isi hati, pikiran, perasaan dan bahkan karakter seseorang. Surat biasanya mewakili ungkapan hati si pengirim.

Menariknya, Rasul Paulus menggunakan kata surat untuk menggambarkan keberadaan dan kehidupan jemaat di Korintus: “kamu adalah surat Kristus.” Mengapa Paulus menyebut orang Kristen adalah surat Kristus? Seperti surat adalah alat komunikasi untuk menyampaikan informasi atau pesan, kehidupan orang percaya adalah suratnya Tuhan. Dimana IA ingin memakai hidup kita, menjadi alat untuk menyampaikan informasi atau pesan Allah kepada dunia. Mengapa Allah mau memakai hidup kita menjadi suratnya Tuhan? Sebab, penulis injil Yohanes pernah berkata bahwa: “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu (Yoh. 21:25).” Jadi, karena dunia ini tidak akan cukup memuat semua kitab yang harus ditulis, maka Allah mau memakai hidup kita menjadi surat-Nya untuk menyatakan: kasih, kebaikan, kemurahan, kebesaran, kesetiaan, kekudusan, keadilan, keagungan, kemuliaan, karya-Nya, kehendak dan rencana-Nya di tengah dunia.

Doa dan komitmen: Tuhan pakailah hidupku menjadi surat-Mu, untuk menyatakan segala kehendak dan rencana agung-Mu. (Mas Git)

Bacaan Alkitab
1 Korintus 15-16