GRAB YOU

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. 
(Kejadian 17:7-9)

Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.
(Keluaran 3:6)

Di masa kuliah saya harus mengerjakan tugas/ paper² itu dengan cara mengetik (dengan mesin ketik) yang masih menggunakan kertas karbon untuk mendapatkan kopi-annya. Dan bila melakukan salah ketik, maka harus dibenahi ketikan tersebut dengan correction tape yang lazim disebut tipe X kertas (sesuai dengan nama produknya). Apa yang terjadi bila koreksi terlalu banyak? Terkadang dengan hati yang dongkol, saya bisa cabut kertas kerja itu, lalu me-remas² dan membuangnya ke kotak sampah – dan saya memulai mengetik di kertas yang baru.

Saya pernah membayangkan bila TUHAN mengambil langkah seperti itu – ketika manusia jatuh dalam dosa, maka TUHAN tinggal binasakan dan buang saja, apa sulitnya bagi TUHAN menciptakan sepasang “Adam & Hawa yang baru”, IA tak perlu repot mengurus ekses² yang bermunculan karena ulah manusia yang berdosa dengan segala dampaknya – bahkan IA harus memberikan anak-Nya yang Tunggal untuk menebus manusia. Tetapi itulah yang justru Allah lakukan; IA tidak pernah “membuang” manusia, bahkan IA tetap rindu memiliki relasi & komunikasi, dan IA tetap rindu mengalami persekutuan dengan manusia, ciptaan-Nya.

Dalam perspektif seperti itulah seharusnya kita bisa memahami apa yang Allah rindukan sehingga IA membuat sebuah perjanjian anugerah dengan Abraham, agar Abraham dan keturunannya bisa menjadi umat-Nya,  umat kesayangan-Nya, dengan berbagai bonus yang akan mereka terima. Dan itulah yang terjadi tatkala Allah memperkenalkan diri kepada Musa dengan menyebutkan identitas-Nya sebagai Allah AYAHMU, Allah ABRAHAM,  Allah ISHAK dan Allah YAKUB  – Allah yang selalu hadir dalam line up sebuah keluarga. Betapa luar biasanya Allah kita ini – Allah yang di dalam kebersamaan kita selalu rindu bahkan bertindak untuk merebut dari dosa, merangkul kita di dalam delapan kasih-Nya.

DOA: Hati kami seharusnya penuh dengan ucapan syukur karena bukan saja mengetahui Engkau sebagai Allah yang mengadakan perjanjian, tetapi Engkau telah menggenapkan di dalam diri anak-Mu yang Tunggal  – Yesus Kristus  – sehingga setiap kami mengalami kasih-Mu. Kami rindu hal ini bukan hanya melawat kami pribadi lepas pribadi, tetapi keluarga demi keluarga kami. Ingatlah kami ya TUHAN. Amin.

Bacaan Alkitab
Keluaran 22-24