BUKAN PERTANYAAN RETORIK
¹⁵Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
(Yosua 24)
Bila kita memperhatikan pertanyaan Yosua kepada umat Israel:”PILIHLAH pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah. Bagaimana kita mengartikannya? Mungkin kita bisa menaikkan pemikiran² spekulatif yang telah sedikit dipaparkan dalam setengah paragraf ke 2 dari Sinopsis di atas:
- Sekedar sebagai PERTANYAAN RETORIK yang mengharapkan munculnya jawaban secara aklamatif dari orang² yang dipimpinnya. Jawaban ada di ayat 16 dan 21.
- Lalu bangsa itu menjawab: “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!
- Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: “Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah.”
- Melainkan juga berangkat dari PENGALAMAN MASA LALU tatkala menyaksikan secara langsung bagaimana bangsa Israel yang jatuh bangun dalam kesetiaannya kepada TUHAN – yang sangat mungkin bisa terulang kembali. (Keluaran 32 bisa menjadi contoh)
- Bahkan mungkin Yosua telah membaca gejala² atau fenomena² bahwa hal itu akan terjadi. Bandingkan dengan peringatan Yosua di pasal 23:7,12 & 16
- 7 – dan supaya kamu jangan bergaul dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu itu, serta mengakui nama allah mereka dan bersumpah demi nama itu, dan beribadah atau sujud menyembah kepada mereka.
- 12 – Sebab jika kamu berbalik dan berpaut kepada sisa bangsa-bangsa ini yang masih tinggal di antara kamu, kawin-mengawin dengan mereka serta bergaul dengan mereka dan mereka dengan kamu,
- 16 – apabila kamu melangkahi perjanjian, yang telah diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepada mereka. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu, sehingga kamu segera binasa dari negeri yang baik, yang telah diberikan-Nya kepadamu.”
Refleksi:
Dari segala kemungkinan yang bisa melatar belakangi pertanyaan Yosua tersebut seharusnya mengingatkan kita atas segala sesuatu yang bisa membawa/ mengakibatkan/ mengkondisikan kita bisa terjebak pada ketidaksetiaan kita kepada Allah, lalu mencari ilah² alternatif untuk memenuhi keinginan hati kita. Tanda awas-nya, ilah² yang hadir dalam kemasan² Kristiani namun tidak pernah membawa kita dalam pengenalan yang benar akan Allah. Filipi 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, -JP
Bacaan Alkitab
2 Samuel 8-9, 1 Tawarikh 18
