NGGAK BAKAL ATAU BAKALAN?
¹⁵Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
(Yosua 24)
¹Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.” . . . ⁴Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: “Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!” ⁵Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: “Besok hari raya bagi TUHAN!” ⁶Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria. . . . ⁸Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.”
(Keluaran 32)
Dalam perenungan Gembala kemarin, kita telah melihat salah satu poin terkait MASA LALU yang bisa menjadi salah satu spekulasi penyebab pertanyaan/ pernyataan Yosua di 24:15; walaupun MASA LALU bisa mengakibatkan ¹tanda awas – Kalau dahulu pernah jatuh, maka sekarang pun kita masih bisa jatuh; namun di sisi lain juga berfungsi sebagai ²pengingat – Kalau Tuhan telah memimpin, menolong, menyertai dan selalu melepaskan kita dari berbagai pergumulan, itu berarti juga masih bisa terjadi dan berlaku di masa sekarang dan masa akan datang, dan kita telah diingatkan kuncinya, agar memiliki kesetiaan kepada-Nya – maka seharusnya kita tetap setia, beribadah & menyembah kepada-Nya. HANYA kepada-Nya.
Dari pengertian sederhana itu, mari kita naikkan pertanyaan untuk kembali menantang komitmen kita kepada dan di hadapan TUHAN, yakni: NGGAK BAKAL atau BAKALAN? Dalam artian, apakah kita Nggak Bakal TERJATUH atau Bakalan (Bisa) TERJATUH dalam kesetiaan kita untuk mengiring TUHAN?
Refleksi:
Mari kita menyimak tuntutan mereka kepada Harun: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.” Ada pendapat yang mengatakan bahwa tuntutan ini dilatarbelakangi oleh penantian yang “berkepanjangan” yang melahirkan keputusasaan, ketidaksabaran dan ketidak percayaan. Dan mereka berdalih bahwa Musa-lah yang menjadi penyebabnya karena tidak kunjung turun gunung.
- Pernahkah anda mengalami pergumulan yang berkepanjangan – yang tak kunjung usai, bahkan sampai saat inipun masih mengalaminya?
- Bagaimana cara anda bertahan? Apakah anda memiliki “modal” yang cukup untuk bertahan?
- Apakah anda mengenali kelemahan dan kekuatan anda, apakah hal itu memainkan peranan dalam menolong anda menghadapi pergumulan yang berkepanjangan itu?
- Apakah mungkin pergumulan yang berkepanjangan itu akan menjadi dalih anda untuk tidak setia kepada TUHAN, sementara dunia memberikan solusi yang lebih cepat dan bahkan tersedia di hadapan anda?
Untuk lebih memperdalam dan mempenetrasikan pertanyaan² di atas, tidak ada salahnya kita menyimak petuah yang Paulus sampaikan di 1 Korintus 10: ¹²Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!
TUHAN Yesus senantiasa menjadi sumber kekuatan kita. -JP
