FOMO & KESEHATAN EMOSIONAL KELUARGA
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
(Yohanes 14:27)
Pernahkah kita melihat seorang anak yang menangis dan merengek ketika melihat mainan baru temannya—padahal dia sudah punya banyak mainan di rumah? Hal yang sama bisa terjadi pada kita—orang dewasa—ketika kita hidup dengan rasa takut akan ketinggalan (FOMO). Mungkin kita tidak akan menangis dan merengek tantrum melihat tetangga liburan ke luar negeri, tapi perhatikan polanya:
|
Tahap FOMO |
Dampak Emosional |
|
Melihat (highlight orang lain di medsos) |
Iri hati, rasa tidak cukup |
|
Membandingkan (hidup saya vs mereka) |
Kecemasan, rendah diri |
|
Menguatirkan masa depan (takut tidak kebagian kesempatan) |
Gelisah, sulit tidur, hilang fokus |
|
Bertindak impulsif (beli/ ikuti hal baru) |
Penyesalan, kelelahan emosional |
Hasil akhirnya, keluarga yang dipenuhi FOMO menjadi keluarga yang emosinya naik turun seperti gelombang. Hari ini senang karena liburan, besok cemas karena melihat liburan orang lain yang lebih mewah. Hari ini bangga dengan anak, besok kecewa karena membandingkan dengan anak tetangga.
Yesus mengucapkan kalimat dalam Yohanes 14:27 ini pada malam sebelum penyaliban. Para murid sedang dalam kondisi paling rapuh secara emosional: ketakutan, kebingungan dan kehilangan arah. Dalam kondisi seperti ini Yesus menekankan;
- “Damai sejahtera-Ku” — Ini bukan damai duniawi yang tergantung pada situasi dan usaha manusia, tetapi damai yang bersumber dari kehadiran Kristus sendiri.
- “Tidak seperti yang diberikan oleh dunia” — Damai dunia adalah ketika ‘semua masalah selesai, semua kebutuhan terpenuhi, semua orang memujimu’. Damai Kristus ada, bahkan ketika di tengah badai (Markus 4:39).
- “Janganlah gelisah dan gentar” — Ini adalah perintah, bukan saran. Yesus tidak berkata, “Cobalah untuk tidak gelisah,” tetapi “Jangan gelisah!” — artinya, ada kuasa di dalam damai-Nya untuk menghentikan kecemasan kita.
Di tengah godaan FOMO dunia ini, maukah kita meletakkan kegelisahan kita dan mengalami damai seperti yang Yesus janjikan? Bayangkan kita berada dalam sebuah ruangan tertutup yang gelap. Ada dua jendela;
- Jendela Pertama (FOMO): Melihat ke luar ke jalan raya. Kita melihat mobil-mobil mewah lewat, orang-orang berpakaian indah, pesta-pesta di hotel. Semakin lama Anda melihat, semakin gelisah, karena Anda merasa ruangan Anda kecil dan kotor.
- Jendela Kedua (Damai Kristus): Melihat ke atas ke langit. Kita melihat matahari yang selalu terbit, bintang-bintang yang tetap pada orbitnya, burung-burung yang tidak menabung tetapi tetap diberi makan (Matius 6:26). Semakin lama kita melihat, semakin tenang, karena kita sadar bahwa ada Pencipta yang mengatur segalanya.
Pertanyaannya, jendela mana yang lebih sering kita buka setiap hari? -Dan
Bacaan Alkitab
Keluaran 39-40
