MENUNGGU ARAHAN SELANJUTNYA
13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. 14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
(Kisah Para Rasul 1:13-14)
Kalau kita sedang menunggu sesuatu di ruang tunggu, mengantri atau bahkan menunggu jawaban dalam hidup apa yang biasanya kita lakukan? Di zaman sekarang, hampir otomatis tangan kita akan membuka HP lalu mulai scrolling media sosial dan lain sebagainya. Tujuannya sederhana: mengusir rasa bosan dan rasa ngantuk mungkin. Tidak salah, tapi sering kali waktu menunggu itu akhirnya lewat begitu saja tanpa makna. Menariknya, para murid juga pernah berada dalam masa menunggu. Sebelum Yesus naik ke sorga, Ia memberi janji bahwa mereka akan menerima kuasa. Namun, kapan itu terjadi? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu hanya satu, mereka diminta menunggu. Lalu apa yang mereka lakukan dalam menantikan janji itu?
Alkitab mencatat bahwa mereka pergi ke ruang atas sebuah tempat khusus. Bukan untuk mengisi waktu dengan hal sembarangan, tetapi untuk berdoa dan tentunya belajar firman Tuhan, saling menguatkan disana. Mereka berkumpul, bertekun, dan membangun hubungan dengan Tuhan. Ini sederhana, tapi dalam mereka memilih mendekat kepada Tuhan di tengah ketidakpastian. Dan hasilnya? Ketika hari Pentakosta tiba (Kis. 2:12–14), mereka tidak lagi bingung atau kosong. Mereka siap. Petrus berdiri dan dengan berani bersaksi. Orang banyak memang heran dan bingung, tetapi di situlah Tuhan mulai bekerja melalui hidup mereka. Penantian itu tidak sia-sia, karena selama menunggu mereka dipersiapkan.
Bagaimana dengan kita, berapa banyak masa menunggu yang kita jalani? Contoh, menunggu pekerjaan, menunggu jawaban doa, menunggu perubahan hidup. Pertanyaannya bukan lagi berapa lama kita menunggu, tetapi apa yang kita lakukan saat menunggu? Di sinilah kita belajar jangan hanya menunggu, tetapi menunggulah dengan bijak dan produktif. Bukan berarti harus selalu sibuk, tetapi memastikan hati kita tetap terhubung dengan Tuhan. Karena bisa jadi, yang Tuhan kerjakan saat ini bukan langsung situasi kita, tetapi hati kita dulu. Supaya ketika waktunya tiba, kita bukan hanya siap menerima, tetapi juga siap dipakai. Jadi, lain kali saat kita berada di ruang tunggu kehidupan, ingat ini kamu tidak sedang diam tanpa arah karena kita sedang dipersiapkan untuk menjadi alat kemuliaan nama-Nya. (gn)
Doa: Tuhan, ajarlah kami menunggu dengan benar, bukan sekadar mengisi waktu tetapi mendekat kepada-Mu. Bentuk hati kami dalam masa penantian, supaya saat waktunya tiba kami siap dipakai oleh Engkau. Amin.
Bacaan Alkitab
Titus
