BERTINDAK SESUAI SOP

Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: 16″Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 26Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.
(Kisah Para Rasul 1:15-16, 26)

Dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua hal punya prosedur, punya standar, punya regulasi dan aturan. Bulan lalu saya bersama team Diakonia melakukan perkunjungan ke rumah jemaat, dimana perkunjungan ini berkaitan dengan agenda khusus. Dan setelah kami pulang, dalam perjalanan di mobil salah satu obrolan yang disampaikan pengurus yaitu keputusan akan kita sampaikan setelah pengurus mengadakan rapat. Ini adalah SOP yang harus menjadi standar atau patokan untuk mempertimbangkan dalam mengambil keputusan.

Dalam bacaan kita hari ini kita juga melihat bagaimana Rasul Petrus berdiri di tengah sekitar seratus dua puluh orang percaya dan berkata, Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud…(KPR 1:16). Petrus menyadari betul tentang betapa pentingnya mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh Yudas, karena ini bukan saja sekedar menambal lobang tetapi lebih dari pada itu. Tetapi menarik Petrus tidak tergesa-gesa seperti karakter sebelumnya tetapi justru dimomen ini dia mengambil keputusan tidak berdasarkan emosi lagi atau pendapat pribadi, tetapi ia kembali kepada Firman Tuhan sebagai dasar. Ia memahami bahwa apa yang terjadi, termasuk pengkhianatan Yudas, sudah dinyatakan sebelumnya dalam Kitab Suci. Kemudian, dalam menentukan pengganti Yudas, mereka juga tidak bertindak sembarangan. Mereka berdoa, mereka menetapkan kriteria dengan membuang undi yang pada waktu itu adalah praktik yang umum dilakukan untuk mencari kehendak Tuhan. Semuanya dilakukan dengan sikap hormat dan ketergantungan pada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya ingin cepat mengambil keputusan, tetapi ingin mengambil keputusan yang benar sesuai dengan kehendak Tuhan.

Pada kesempatan ini kita kembali diingatkan untuk selalu menjadikan firman Tuhan sebagai SOP untuk mengatur seluruh kehidupan kita, baik secara pribadi maupun secara berorganisasi. Karena itu, dalam setiap keputusan baik kecil maupun besar belajarlah bertanya.  Apa kata Firman Tuhan, bawah dalam doamu. Inilah prinsip yang harus kita miliki. Karena ketika kita setia mengikuti prosedur Tuhan, kita bukan hanya menghindari kesalahan, tetapi juga berjalan dalam rencana-Nya yang terbaik. (gn)

Doa: Tuhan, ajarku menjadikan Firman-Mu sebagai dasar dan tidak tergesa-gesa mengikuti kehendakku sendiri. Pimpin setiap langkahku melalui doa, agar setiap keputusan selaras dengan rencana-Mu. Amin

Bacaan Alkitab
1 Petrus