AKRAB DI LUAR, RENGGANG DI DALAM
(EVALUASI MOTIVASI DI LUAR)
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
(1 Korintus 13:4-5)
Kondisi keluarga “akrab di luar, renggang di dalam” merupakan sebuah peringatan bagi setiap keluarga Kristen untuk menyelaraskan citra di masyarakat dengan kenyataan hidup di dalam rumah. Hal ini terjadi ketika kita lebih menjaga citra di depan umum dibanding berinvestasi orang-orang terdekat yaitu seisi rumah tangga sendiri. Di luar rumah, kita mungkin dikenal sebagai pribadi yang ramah, sabar, penolong, dan penuh perhatian kepada rekan kerja, teman, atau jemaat di gereja. Namun saat kembali ke rumah, topeng itu dilepas, sehingga menjadi pribadi yang mudah marah, menjadi hambar, penuh tuntutan, atau diwarnai dengan sikap dingin dan enggan berkomunikasi dengan sesama anggota keluarga sendiri.
Firman Tuhan hari mengajarkan kepada kita bahwa kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri. Mungkin selama ini kita bersikap baik di luar karena kita ingin dipuji atau dinilai oleh orang lain sebagai orang yang baik dan rohani. Datanglah kepada Tuhan untuk mengubah motivasi hati kita agar kita melayani dan mengasihi sesama terlebih khusus keluarga, dengan tidak menuntut balasan, tetapi melayani dengan hati yang tulus untuk kemuliaan Tuhan.
Keakraban dengan relasi di luar rumah tangga, baik rekan kerja dan teman komunitas atau jemaat di gereja, tidak boleh membuat rumah tangga Kristen menelantarkan tanggung jawab dan waktu untuk keluarga sendiri. Kasih dan perhatian terbesar harus tetap berakar di dalam rumah tangga.
Layanilah keluarga dengan kasih yang dari Tuhan Yesus, niscaya akan terjadi kondisi yang akarab di luar karena mencerminkan keakraban dan kehangatan komunikasi di dalam setiap rumah tangga Kristen yang selalu hidup taat dan takut akan Tuhan. Amin. -as
Bacaan Alkitab
Imamat 16-18
