CORAM DEO

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”
(Kolose 3:23)

“Personal Encounter dengan Allah” Coram Deo adalah kata dari bahasa Latin yang memiliki arti “Dihadapan Allah” yaitu seluruh hidup manusia dijalani di bawah penglihatan, otoritas, dan kasih Tuhan, bahwa setiap kita dalam menjalani hidup adalah terbuka dihadapan-Nya. Coram Deo sesungguhnya dapat menjadi sebuah pengingat bahwa semua kehidupan adalah tentang Allah dan bahwa kita harus menjalani seluruh hidup kita untuk memuliakan dan menghormati Allah. Menjalani hidup yang ‘Coram Deo’ hanya dapat dimungkinkan jika kita secara pribadi sudah mengalami perjumpaan dengan Allah, yaitu saat kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dalam hidup kita.

Memahami bahwa Allah adalah Allah yang Maha mengetahui dan bahwa kuasa kedaulatan-Nya tak terbatas, hal ini akan menolong kita untuk menghormati kekudusan Allah dimanapun kita berada serta apapun yang sedang kita kerjakan. Pemazmur menyatakan dengan jelas, apapun yang ia lakukan, Allah mengetahui, bahkan segala yang ada dalam pikiran dan hatinya, Allah juga mengetahuinya. Di hadapan Allah tidak ada yang dapat disembunyikan, tidak ada yang dapat ditutupi, semua terbuka dan hal ini membawa dirinya untuk terus fokus hidup bagi Allah.

Jika pemikiran dunia mengajak kita untuk mengejar aktualisasi diri, pengakuan dan nilai diri, maka ‘Coram Deo’ mengajar kita untuk hidup tunduk secara total kepada Allah. Ketundukan ini bukan untuk mencari belas kasih perkenanan Allah, bukan juga karena takut di hukum, melainkan tunduk karena Kristus sudah ada dalam hidup kita dan memberikan DNA untuk kita hidup memuliakan Allah. Singkatnya, karena hanya Kristus saja yang menebus kita dari dosa, maka hanya Dialah yang layak menerima segala kemuliaan dan pujian (Roma 11:36).

Implikasi atau penerapan “Coram Deo’ adalah kita dapat mengasihi orang lain atau membantu orang lain bukan untuk menunjukkan kehebatan rohani atau kebaikan diri kita, melainkan kasih Tuhan yang sudah kita rasakan dan bertujuan untuk memuliakan Tuhan. Kasih yang kita nyatakan adalah wujud kasih kita kepada Allah yang sudah mengasihi kita. Dihadapan Allah kita dapat menyatakan kasih dengan tulus, bukan untuk mencari “panggung” atas hidup kita. Kita mengasihi agar Kristus dimuliakan oleh segenap kaum, suku bangsa dan bahasa. Soli Deo Gloria.

Doa: Tuhan Yesus, tidak ada yang tersembunyi bagi-Mu atas hidup kami, bimbing kami untuk senantiasa hidup sesuai Injil-Mu, amin. (gian).

Bacaan Alkitab
Kejadian 27-29