CORAM DEO
“Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga”
(Matius 5:20)
Bacaan: Matius 5:17-48
“Menghidupi Injil” Menerapkan hidup “Coram Deo” merupakan hal penting dalam iman Kristen. Setiap kita dipanggil adalah untuk dapat menjadi berkat, menyatakan kasih dan kebaikan Tuhan melalui segala aktifitas yang kita kerjakan. Penerapan “Coram Deo” harus berakar dan digerakkan oleh prinsip Injil. Tanpa di dasari oleh Injil, maka ketaatan kita akan berubah menjadi legalisme yang cenderung kaku dan pada akhirnya kita jatuh pada moralitas kesalehan palsu yang melelahkan. Iman Kristen yang kita jalani pada akhirnya menjadi bentuk validasi diri, bahwa kita ingin diakui oleh orang lain sebagai orang baik dan saleh.
Menghidupi Injil berarti kita menyatakan kebenaran Injil yang sudah mentransformasi hidup kita ke dalam keseharian hidup kita. Dalam bacaan hari ini, Yesus dengan tegas mengajar para murid dan pendengar-Nya agar dapat menghidupi kebenaran bukan untuk mencari muka dan kesalehan palsu, melainkan karena Kristus yang telah menggenapi Taurat. Dalam perjalanan hidup-Nya, Yesus senantiasa menjadi contoh dan teladan dalam menghidupi kebenaran. Dalam segala aspek hidup-Nya, tidak ada satupun yang dapat menjadi bahan gunjingan bahwa Yesus tidak melakukan kebenaran atau melawan kebenaran.
Memahami bagaimana Yesus hidup secara “Coram Deo” hal ini sesungguhnya membawa kita pada teladan yang paling sempurna dan mutlak. Apa yang Yesus lakukan menunjukkan bagaimana Ia senantiasa memiliki relasi yang intim dengan Bapa-Nya. Apa yang Yesus kerjakan adalah sesuai dengan kehendak Bapa-Nya. Bagi Yesus, melakukan kehendak Bapa bukan sebuah beban atau kewajiban yang berat, melainkan sukacita bagi Bapa (Yoh 4:34).
Menghidupi Injil bukanlah soal daftar peraturan legalistik yang sering menjemukan dan membuat kita stres, melainkan sebuah respons sukacita atas anugerah keselamatan dari Kristus yang sudah melahir barukan kita serta mentransformasi hidup kita sehingga kita dapat menjadi saksi-Nya dimanapun kita berada serta apapun aktifitas kita, Kristus harus dimuliakan. Menghidupi Injil dan berjalan dalam kebenaran-Nya, sesungguhnya akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita.
Doa: Tuhan Yesus, bimbing kami untuk terus menghidupi Injil-Mu di tengah arus dunia yang sering membuat kami tidak lagi hidup dalam kebenaran, amin. (gian).
Bacaan Alkitab
Kejadian 30-31
