JANGAN BERLARI SEBELUM START

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang sebagaimana dikatakan-Nya, “telah kamu dengar dari Aku.  Sebab, Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”
(Kisah Para Rasul 1:4-5)

Mungkin di antara kita pernah mendengar istilah “curi start”. Istilah ini berarti memulai sebelum waktunya. Biasanya akan ada konsekuensi yang diterima oleh orang yang curi start ini. Misalnya saja di dalam dunia olahraga, jika seseorang mencuri start maka akan didiskualifikasi dan dinyatakan gagal di dalam pertandingan. Dalam teks yang kita baca di atas, Tuhan juga memberikan perintah kepada para murid agar mereka jangan “curi start” dulu. Para murid diperintahkan untuk tidak meninggalkan Yerusalem. Tuhan mau mereka tetap di sana untuk menantikan janji Bapa sebagaimana yang pernah disampaikan-Nya kepada para murid. Yang dijanjikan oleh Bapa dan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus adalah pribadi Allah ke-3 yaitu Allah Roh Kudus (Luk. 24: 49, Yohanes 14-16; Yoel 2: 28; Yeh. 36: 26-27; Yes. 44: 3). Kenapa Tuhan Yesus melarang para murid untuk meninggalkan Yerusalem dan menantikan kedatangan Roh Kudus atas mereka?

Berikut ini adalah beberapa alasan, antara lain:

  1. Para murid membutuhkan kuasa Roh Kudus.
  2. Para murid belum siap secara rohani.
  3. Misi tidak boleh dimulai dengan kekuatan manusia.
  4. Yerusalem adalah titik awal rancangan Allah.
  5. Ketaatan menunggu adalah bagian dari kegerakan misi.

Itulah sebabnya Pentakosta merupakan starting line yang sangat kuat di dalam pergerakan misi dunia. Pengutusan para murid semakin diteguhkan dengan dicurahkannya Roh Kudus dan dipenuhinya para murid dengan Roh Kudus yang memampukan mereka melayani dengan maksimal. Oleh karena itu, “Jangan curi start sebab pelayanan yang dimulai tanpa Roh Kudus bisa ramai, tetapi belum tentu berbuah.” (jho)

Doa: tolong aku untuk senantiasa berjalan bersama-Mu, Roh Kudus. Amin.

Bacaan Alkitab
2 Timotius