CORAM DEO
“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga”
(Matius 6:1)
Bacaan: Matius 6:1-4
“INJIL dan Ibadah serta Pelayanan” Ibadah dan pelayanan tidak bisa dilepaskan dari kehidupan iman kita. Saat kita memahami panggilan Tuhan atas hidup kita, sesungguhnya kita juga dipanggil untuk masuk dalam relasi persekutuan dengan orang percaya lainnya. Kita juga diberikan kesempatan untuk saling melayani satu dengan lainnya sesuai dengan talenta dan karunia yang Tuhan berikan. Maka ibadah dan pelayanan yang kita lakukan harus didasarkan pada kebenaran Injil. Penerapan Coram Deo yang berbasis Injil akan membawa sikap kita untuk mengagungkan Allah dan karya salib Kristus, dan bukan pada kenyamanan emosional manusia.
Saat ibadah, kita bisa terjebak pada selera dan kenyaman diri kita sendiri, yaitu apakah ibadah itu memuaskan selera kita. Demikian juga saat kita melayani, orientasi kita hanya tertuju pada kepuasan kita sendiri, bahwa pelayanan yang kita lakukan semakin membuat ego kita melambung tinggi. Inilah cara iblis memanipulasi ibadah dan pelayanan, bahwa kita sebenarnya mengejar kepuasan dan kenyamanan diri.
Hidup ber-Coram Deo adalah saat kita beribadah dan saat melayani, adalah hasil dari kedekatan relasi kita dengan Kristus. Ketaatan kita harus dibangun atas kesadaran diri bahwa kita sudah dikasihi dan diterima Allah dalam Kristus Yesus. Kita melayani karena kita sudah merasakan kasih dan pelayanan dari Kristus atas hidup kita. Prinsip Injil mengingatkan kita bahwa penonton utama pelayanan kita bukan diri kita melainkan Kristus. Pujian manusia hanyalah bonus, sedangkan penerimaan Allah di dalam Kristus adalah poin utamanya.
Hidup ber-Coram Deo juga tidak lepas dari pergumulan. Dalam bukunya “Walking with God through Pain and Suffering” Timothy Keller menuliskan bahwa hidup ber-Coram Deo bukan berarti kita terbebas dari badai kehidupan. Justru di tengah penderitaan yang berat, kesadaran akan kehadiran Allah (presence of God) akan mengubah cara pandang kita. Penderitaan melatih iman agar kita tidak menjadi egois dan melalui pergumulan, itu akan memurnikan karakter kita.
Doa: Tuhan Yesus, selidiki hati dan pikiran kami di saat kami beribadah dan melayani dengan motivasi yang salah, murnikan motivasi kami agar kami dapat memuliakan nama-Mu, amin. (gian).
Bacaan Alkitab
Kejadian 38-40
