CORAM DEO

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”
(Matius 5:9)

“Yesus Besertaku” Ada lagu pujian dari Sekolah Minggu yang berjudul “Yesus Besertaku” dengan syair sebagai berikut; Ku daki, daki, daki, daki gunung yang tinggi, Ku turun, turun, turun, turun lembah yang dalam, Ku melintasi padang rumput hijau terbentang, Yesus besertaku.” Dan dibagian reff nya dikatakan “Di kanan ‘Kau ada, di kiri’ Kau ada, di atas dan di bawah ‘Kau ada, Di suka ‘Kau ada, di dukaku ‘Kau ada, Kar’na Engkau Yesusku”

Lirik lagu ini menarik, yaitu untuk menyatakan bahwa Allah Maha hadir. Sekalipun Yesus sudah naik ke surga, namun Ia tetap beserta dengan kita, yaitu dengan hadir-Nya Roh Kudus dalam hidup kita. Inilah esensi dari iman Kristen, bahwa Allah, dalam Kristus Yesus, melalui kuasa Roh Kudus senantiasa menyertai kita. Seorang tokoh dalam reformasi, yaitu Martin Luther pernah menuliskan “menyadari bahwa seluruh hidup manusia, tidak ada satu detik pun yang terkecuali, sesungguhnya berlangsung di bawah pengamatan, otoritas, dan anugerah Allah.

Kembali ke tema Minggu ini “Coram Deo”, kita dapat menjalani kehidupan bukan dengan tekanan moral untuk menjadi sempurna, melainkan hidup dalam kelimpahan damai sejahtera Allah yang kita nyatakan di dalam keseharian kita. Apapun yang kita lakukan dan kerjakan, baik di rumah, di kantor, di sekolah, dalam komunitas, kita mau memuliakan Allah. Demikian juga dengan pikiran, perasaan bahkan perkataan kita, adalah untuk memuliakan Allah. Intinya, integritas iman Kristen harus tetap konsisten di manapun kita berada.

Dengan memahami “Coram Deo” bahwa kita terbuka dihadapan Allah, hal ini menolong kita untuk tidak menjadi munafik dalam keseharian kita. Sering kita nampak baik (saleh) di gereja dan komunitas, namun di rumah kita memiliki perilaku buruk, yaitu sering menyakiti keluarga. Di gereja kita melayani nampak rendah hati, namun di tempat kerja, kita menjadi orang yang bersikap kasar. Seperti pujian Sekolah Minggu, Yesus besertaku, hal ini akan menolong kita untuk hidup “Transparan” bagaikan pelita yang dapat menerangi orang lain, menjadi garam yang memberi rasa di tengah kehambaran. Semua kita lakukan bukan untuk mencari kebaikan diri, melainkan agar Tuhan dimuliakan (Matius 5:16).

Doa: Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kasih setia-Mu, bimbing kami untuk menyatakan kasih dan kebaikan-Mu agar banyak orang mengenal-Mu, amin. (gian).

Bacaan Alkitab
Kejadian 41-42